Mahasiswa PGSD UNP Hadir di Malalak: Beri Edukasi Mitigasi Pascabencana Berbasis PKK & Karang Taruna
Mahasiswa Departemen PGSD UNP melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 di Jorong Sigiran, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
SIGAPNEWS.CO.ID | MALALAK — Mahasiswa Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 di Jorong Sigiran, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung selama 20 hari sejak 7 Februari 2026 ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pemulihan sekaligus peningkatan kesiapsiagaan pascabencana.
Program diawali dengan kegiatan pembukaan dan serah terima mahasiswa yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Malalak Utara. Sebanyak 50 mahasiswa secara resmi diserahkan oleh ketua pelaksana, Dr. Adrias, M.Pd., kepada Wali Nagari sebagai tanda dimulainya kegiatan pengabdian di tengah masyarakat terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Dr. Adrias menjelaskan bahwa program ini berfokus pada edukasi mitigasi pascabencana melalui berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Pelaksanaan program melibatkan PKK dan Karang Taruna sebagai mitra strategis, mengingat peran keduanya yang signifikan sebagai penggerak di tingkat nagari dan efektif dalam menyebarluaskan informasi secara berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami langkah-langkah yang tepat setelah bencana serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya kesiapsiagaan,” ujarnya.
Selain sosialisasi langsung, mahasiswa bersama dosen pembimbing juga mengembangkan produk digital berupa e-modul mitigasi bencana yang dapat diakses secara daring. Modul ini dirancang sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat kapan saja sebagai panduan dalam menghadapi situasi pascabencana. Program ini menitikberatkan pada penguatan manajemen risiko bencana berbasis edukasi digital di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, tim mahasiswa juga menyalurkan bantuan perlengkapan siaga bencana kepada masyarakat Jorong Sigiran, seperti kotak P3K, tas siaga bencana, dan jas hujan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan individu dan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat.
Kehadiran mahasiswa PGSD UNP disambut positif oleh pemerintah nagari, PKK, dan Karang Taruna. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat pascabencana, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Jorong Sigiran semakin tangguh, responsif, dan siap dalam menghadapi berbagai risiko bencana secara berkelanjutan.(*)
Editor :Andry