UNP Gelar Diskusi Publik: Pendidikan Nonformal sebagai Alternatif Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Pendidikan Nonformal: Jalan Alternatif Mencerdaskan Bangsa” di Auditorium UNP, Kamis (5/2/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Pendidikan Nonformal: Jalan Alternatif Mencerdaskan Bangsa” di Auditorium UNP, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran pendidikan di luar sistem formal dalam memenuhi kebutuhan belajar masyarakat serta meningkatkan kesadaran sosial, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) poin ke-4 tentang pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua.
Diskusi ini menghadirkan filsuf dan akademisi Rocky Gerung sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., menyebut Rocky sebagai “tamu yang berbahaya” karena dikenal memiliki kekuatan analisis dan argumentasi yang tajam. Ia juga mengangkat filosofi Minangkabau “alam takambang jadi guru”, yang menegaskan bahwa setiap ruang kehidupan dapat menjadi sumber pembelajaran.
Kepala Departemen PNF UNP dalam paparannya mengutip pemikiran tokoh pendidikan Brasil, Paulo Freire, yang menyatakan bahwa pendidikan tidak secara langsung mengubah dunia, tetapi mampu mengubah cara berpikir manusia—dan dari situlah perubahan besar dimulai. Ia menegaskan bahwa pendidikan nonformal hadir untuk menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh pendidikan formal, sekaligus mendukung prinsip pemerataan akses pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.
Menurutnya, pendidikan tidak semata diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan nonformal memiliki kontribusi strategis dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pemaparannya, Rocky Gerung menyoroti bahwa sejarah menunjukkan para pendiri bangsa banyak memperoleh pembelajaran melalui jalur nonformal, bahkan dalam kondisi keterbatasan seperti pengasingan dan penjara. Ia menekankan bahwa esensi universitas adalah ruang untuk menguji gagasan dan mempertajam nalar kritis. “Oposisi dalam berpikir adalah bagian penting dari proses intelektual,” ujarnya.
Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.Pd., ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan nonformal dalam berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur alternatif di luar sistem pendidikan formal.(*)
Editor :Andry