Menggapai Haji Mabrur, Buya H. Satri Ingatkan Jemaah Jaga Keikhlasan dan Kesehatan Menjelang Armuzna
kegiatan tausiyah ba’da subuh yang diikuti jemaah haji Kloter PDG-1 Tahun 2026 di mushalla hotel pemondokan di Makkah.
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH -- Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan tausiyah ba’da subuh yang diikuti jemaah haji Kloter PDG-1 Tahun 2026 di mushalla hotel pemondokan di Makkah. Tausiyah disampaikan oleh H. Satri yang juga merupakan Pembimbing KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang serta Ketua DPD FK-KBIHU Kota Padang.
Mengangkat tema “Menggapai Haji Mabrur”, Buya H. Satri mengajak seluruh jemaah untuk memanfaatkan keberadaan di Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah, menjaga hati, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan makna mendalam dari kata “HAJI” sebagai pedoman bagi jemaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Huruf H dimaknai sebagai Hadirkan hati dalam setiap ibadah yang dilakukan. Jemaah diminta meninggalkan sejenak segala hiruk pikuk urusan dunia agar dapat fokus beribadah dengan khusyuk dan penuh penghambaan kepada Allah SWT.
Huruf A berarti Amalkan ilmu manasik. Buya Satri menekankan pentingnya melaksanakan seluruh syarat, rukun, wajib, dan sunat haji dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa syarat dan rukun tidak boleh tertinggal karena menentukan sahnya ibadah haji, sementara kewajiban yang tertinggal harus diganti dengan DAM.
Selanjutnya huruf J dimaknai Jauhi larangan ihram. Para jemaah diingatkan agar menjaga diri dari seluruh larangan selama berihram, seperti memakai wewangian, memotong kuku, mencabut rambut, berkata kotor, berbantah-bantahan, hingga larangan tertentu dalam berpakaian bagi laki-laki maupun perempuan.
Sementara huruf I bermakna Ikhlas niatnya, yakni memurnikan seluruh ibadah hanya karena Allah SWT, bukan untuk pujian ataupun kepentingan duniawi.
Di akhir tausiyahnya, Buya H. Satri juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
“Jangan lupa menjaga kesehatan, makan dan minum yang teratur, serta istirahat yang cukup. Semangat beribadah itu sangat baik, namun jangan sampai memaksakan diri mengejar amalan-amalan sunat selama masa pra Armuzna ini, karena perjalanan puncak haji masih panjang dan membutuhkan kondisi fisik yang prima,” pesannya kepada para jemaah.(*)
Editor :Andry