Ziarah Religi Diantara Rutinitas Ibadah, Jamaah KBIHU Miftahul Jannah Dapat Penyegaran Rohani
Jamaah haji KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang foto bersama.
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH -- Di sela padatnya rangkaian ibadah harian selama lebih dari 23 hari berada di Madinah dan Makkah, jamaah haji KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Padang mendapatkan penyegaran ruhani melalui kegiatan ziarah religi ke sejumlah tempat bersejarah di Kota Suci Makkah, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pembimbing Ibadah KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang, Buya H. Satri, SE, yang juga Ketua DPD FK-KBIHU Kota Padang sekaligus Karom 9 Kloter 1 Embarkasi Padang. Sosok yang dikenal dekat dan akrab dengan jamaah itu memandu perjalanan penuh makna dengan suasana hangat dan kekeluargaan.
Rombongan memulai perjalanan dari Jabal Tsur, kemudian menuju Arafah, Muzdalifah, Mina dan ditutup dengan kunjungan ke Jabal Nur. Setelah rangkaian ziarah selesai, jamaah diajak singgah ke kawasan Pasar Murah atau pusat grosir Kakkiyah untuk berbelanja kebutuhan seperlunya sekaligus refreshing ringan bagi jamaah.
Sepanjang perjalanan, jamaah tampak antusias menyimak penjelasan demi penjelasan yang disampaikan Buya Satri dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Penjelasan tersebut membuat perjalanan ziarah bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi sarana menambah wawasan sejarah Islam sekaligus memperkuat keimanan.
Buya Satri menjelaskan, setiap tempat yang dikunjungi memiliki nilai sejarah besar dalam perjalanan dakwah Islam dan kehidupan Rasulullah SAW.
Di Jabal Tsur misalnya, terdapat Gua Tsur, tempat Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy saat peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah.
Sementara di Jabal Nur terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril, yakni Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, yang menjadi awal diangkatnya beliau sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
Tidak hanya itu, saat melintasi kawasan dekat Muzdalifah, Buya Satri juga menjelaskan tentang sebuah lembah bersejarah yang dikaitkan dengan peristiwa Al-Fiil, yaitu hancurnya pasukan bergajah pimpinan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Dalam peristiwa tersebut, Allah SWT mengirim burung-burung Ababil yang melempari pasukan itu dengan batu-batu kecil dari sijjil hingga mereka binasa sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Fiil.
Dalam nasehatnya kepada jamaah, Buya Satri berharap kegiatan ziarah dan refreshing tersebut dapat menghadirkan semangat baru dalam beribadah serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Memasuki awal bulan Zulhijjah ini, mari kita tingkatkan kualitas ibadah, memperbanyak zikir, doa serta membaca Al-Qur’an, karena pada hari-hari ini pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan menjelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna. Jamaah diminta mematuhi aturan dan arahan petugas sektor maupun kloter, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup serta mengikuti anjuran dokter dan perawat kloter.
Kegiatan ziarah tersebut pun meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah. Selain menjadi sarana menambah pengetahuan sejarah Islam, perjalanan itu juga menjadi momen kebersamaan dan penguat semangat dalam menyempurnakan ibadah haji di Tanah Suci.(*)
Editor :Andry