Program Rumah Layak Huni Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Miskin Pasaman
Konferensi pers Media Center Diskominfo Pasaman, Senin (8/5/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | PASAMAN -- Pemerintah Kabupaten Pasaman terus menunjukkan komitmennya membantu masyarakat kurang mampu melalui Program Bantuan Rumah Layak Huni (RTLH). Program unggulan di bawah kepemimpinan.
Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Sejak diluncurkan pada Mei 2025, program tersebut telah merealisasikan pembangunan 741 unit rumah baru dan renovasi 203 rumah warga. Sementara pada 2026, pembangunan kembali dilanjutkan dengan 20 unit rumah baru serta renovasi 53 rumah lainnya.
Program ini menyasar masyarakat miskin dan rentan miskin agar dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak. Banyak warga yang sebelumnya hidup di rumah reyot dan bocor kini mulai merasakan kenyamanan serta harapan baru.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat lahirnya harapan dan masa depan keluarga. Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil,” ujar Bupati Welly Suhery saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan di daerah terpencil Pasaman.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman, Hasrizal didampingi Ketua BAZNAS Pasaman, Asnil M, mengatakan program Rumah Layak Huni merupakan bagian dari Program Unggulan Kabupaten Pasaman 2025–2030 yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kawasan kumuh, serta menekan angka kemiskinan. Sasaran bantuan diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 4 dan memiliki semangat swadaya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap menjadikan bantuan RTLH sebagai prioritas utama. Program ini diharapkan mampu mewujudkan “Pasaman Bangkit” dengan memastikan masyarakat kecil benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.
Bagi warga penerima bantuan, rumah baru bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perhatian dan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.(*)
Editor :Andry