Pembekalan Pra Armuzna, Buya H. Satri Ingatkan Jamaah Perkuat Hablumminallah dan Hablumminannas
Buya H. Satri, SE, memberikan pembekalan dan tausiyah kepada jamaah KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji atau Armuzna.
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), Pembimbing Ibadah Haji KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang, Buya H. Satri, SE, memberikan pembekalan dan tausiyah kepada jamaah KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang agar mempersiapkan diri secara spiritual maupun fisik dalam menghadapi fase terpenting ibadah haji tersebut.
Buya H. Satri yang juga Ketua DPD FK-KBIHU Kota Padang serta Karom 9 Kloter 1 Embarkasi Padang Tahun 2026 itu menegaskan bahwa sebelum mengikuti prosesi Armuzna, jamaah berkewajiban menjaga dua hubungan penting dalam kehidupan, yaitu Hablumminallah dan Hablumminannas.
Menurutnya, Hablumminallah adalah menjaga serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan dosa, jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta memperbanyak ibadah dan amal saleh.
“Sebelum memasuki Armuzna, mari kita bersihkan hati, memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momentum haji adalah kesempatan besar untuk memperoleh ampunan dan haji yang mabrur,” ujar Buya H. Satri dalam arahannya kepada jamaah.
Sementara itu, Hablumminannas dimaknai sebagai menjaga dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia melalui saling memaafkan. Ia mengingatkan pentingnya saling meminta maaf antara anak dan orang tua, suami dan istri, saudara, keluarga maupun sesama muslim lainnya.
“Jangan sampai kita berangkat ke Arafah masih membawa persoalan dengan sesama. Saling memaafkan akan membuat hati lebih tenang dan ibadah menjadi lebih khusyuk,” tambahnya.
Dalam pembekalan tersebut, jamaah juga diingatkan agar selama berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an serta meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Buya H. Satri menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk berdoa adalah saat wukuf di Arafah, yakni mulai setelah zawal atau tergelincir matahari hingga masuk waktu Maghrib. Momentum tersebut merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Selain kesiapan rohani, jamaah juga diminta menjaga kondisi fisik mengingat rangkaian Armuzna membutuhkan tenaga dan stamina yang prima. Jamaah diimbau menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, serta cukup beristirahat agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
“Jamaah yang sehat akan lebih mudah menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina secara sempurna. Karena itu jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang berlebihan menjelang Armuzna,” pesannya.
Pembekalan tersebut disambut antusias oleh jamaah KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang yang bersiap menghadapi fase puncak ibadah haji dengan penuh harapan untuk meraih haji yang mabrur.(*)
Editor :Andry