Satu Tahun Program Bajak Gratis, Pemkab Pasaman Perkuat Dukungan untuk Petani
Kepala Dinas Pertanian Pasaman Prasetyo memaparkan program unggulan Bajak Gratis bagi petani padi sawah.
SIGAPNEWS.CO.ID | PASAMAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat sektor pertanian melalui program unggulan Bajak Gratis bagi petani padi sawah. Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah untuk membantu meringankan biaya produksi petani kecil.
Program yang mulai diluncurkan sejak Mei 2025 itu pertama kali diuji coba di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat petani.
Bupati Welly Suhery mengatakan, layanan Bajak Gratis hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap petani kurang mampu sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian padi sawah di Pasaman.
“Program ini disusun untuk membantu petani dan mengurangi beban biaya produksi mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, program tersebut menyasar petani penggarap maupun pemilik lahan yang memenuhi kriteria penerima manfaat sesuai ketentuan pemerintah daerah. Meski demikian, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pasaman Prasetyo menyebutkan pihaknya tengah menyiapkan inovasi digital melalui aplikasi “BAGUS” atau Bajak Gratis Untuk Semua.
Menurutnya, aplikasi tersebut telah selesai dikembangkan dan siap memasuki tahap uji coba serta soft launching. Pendaftaran program dijadwalkan dimulai Mei 2026 dengan target tanam serentak pada Juni 2026.
“Aplikasi BAGUS diprioritaskan bagi petani kategori Desil 1. PPL nantinya juga akan membantu masyarakat dalam proses pendaftaran di lapangan,” jelas Prasetyo.
Selain fokus pada program Bajak Gratis, Pemkab Pasaman juga memberi perhatian serius terhadap distribusi pupuk bersubsidi. Dalam rapat bersama kepala OPD dan camat, Bupati Welly Suhery menyoroti dugaan penyelewengan pupuk subsidi yang disebut merugikan petani kecil.
“Kita menerima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegasnya.
Bupati meminta pendataan penerima pupuk diperjelas dan tepat sasaran agar bantuan benar-benar dinikmati petani kecil, bukan hanya pemilik lahan luas.
Prasetyo menambahkan, masih banyak petani yang belum terakomodir karena sejumlah kelompok tani enggan menerima anggota baru. Padahal, satu kelompok tani dapat menampung hingga 125 anggota.
Untuk tahun 2026, Kementerian Pertanian mengalokasikan pupuk subsidi bagi Pasaman sebanyak 13.042 ton urea, 15.945 ton NPK, 52 ton NPK formula khusus, dan 55 ton pupuk organik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam distribusi pupuk bersubsidi, termasuk melibatkan aparat penegak hukum dan pemerintah nagari agar bantuan tepat sasaran bagi petani Pasaman.(*)
Editor :Andry