PPP Sawahlunto Bidik Kursi Senayan, I Made Safari Bawa Energi Baru
I Made Safari pimpin PPP Sawahlunto periode 2026 - 2031 bertekat Pemilu mendatang PPP Sawahlunto tembus kursi Senayan Jakarta.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO — Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sawahlunto menjadi momentum baru bagi partai berlambang Ka’bah itu untuk meningkatkan target politik pada pemilu mendatang.
I Made Safari resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Sawahlunto periode 2026–2031, menggantikan Adi Ikhtibar yang telah menakhodai partai tersebut selama dua periode.
Penetapan I Made Safari berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP tertanggal 29 Juli 2026. Proses konsolidasi sekaligus serah terima kepengurusan dan aset organisasi dilaksanakan di Sekretariat DPC PPP Sawahlunto, kawasan Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Sabtu (15/8).
Estafet kepemimpinan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi titik awal konsolidasi baru untuk memperkuat basis partai dan meningkatkan perolehan suara PPP pada pemilu mendatang.
Korwil DPD PPP Sumbar Dapil VI, H. Jaswandi, SE, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, menilai capaian PPP pada pemilu sebelumnya harus dijadikan modal untuk menyusun target yang lebih besar.
Pada periode sebelumnya, PPP berhasil memperoleh empat kursi di DPRD Kota Sawahlunto dan satu kursi di DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Jaswandi, keberhasilan kembali mendapatkan kursi di DPRD Sumbar merupakan capaian penting yang harus dikembangkan lebih jauh.
“Bersyukur saat ini PPP sudah kembali memiliki kursi di DPRD provinsi. Ke depan, mari kita berjuang agar PPP juga bisa meraih kursi di tingkat pusat,” ujarnya.
Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan I Made Safari.
Konsolidasi internal, penguatan kader serta membangun kedekatan dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Jaswandi menegaskan, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi ketua, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh kader mampu bergerak secara bersama-sama.
“Siapa pun yang menjadi ketua, kalau tidak kita dukung bersama, tentu akan menjadi sia-sia. Kita kuat karena bersama dan bersatu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader PPP agar keberadaan mereka di tengah masyarakat tidak sekadar membawa nama partai. Kader harus mampu menunjukkan sikap, etika dan perilaku yang baik sehingga kehadiran PPP benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, I Made Safari menyatakan siap melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Yang selama ini sudah berjalan dengan baik akan kita lanjutkan. Jika masih terdapat kekurangan, tentu akan kita perbaiki secara bersama-sama,” kata I Made.
Menurutnya, kepemimpinan baru harus membawa energi baru bagi organisasi. Karena itu, ia membuka ruang bagi seluruh kader, pengurus dan tokoh PPP untuk memberikan saran serta masukan dalam menjalankan roda organisasi.
“Jangan hanya sekadar pergantian kepengurusan, tetapi harus disertai semangat baru. Dengan kebersamaan dan kerja keras, semoga kita dapat ikut mewujudkan keinginan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Adi Ikhtibar mengingatkan jajaran pengurus baru bahwa tantangan partai ke depan tidak ringan. Salah satunya adalah tahapan verifikasi partai yang membutuhkan kesiapan struktur dan soliditas kader.
Selama memimpin PPP Sawahlunto sejak 2016 hingga 2026, Adi turut mengantarkan partai tersebut meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Sawahlunto dari tiga menjadi empat kursi.
Ketua Fraksi PPP DPRD Sawahlunto, Nurilman, menilai capaian tersebut menjadi bagian dari fondasi yang harus dipertahankan oleh kepengurusan baru.
“Keberhasilan itu dibuktikan dengan perolehan kursi legislatif. PPP masih menjadi pimpinan di DPRD Kota Sawahlunto dan bahkan berhasil meraih satu kursi di DPRD Provinsi Sumatera Barat,” katanya.
Dengan modal tersebut, kepengurusan PPP Sawahlunto periode 2026–2031 kini dituntut tidak hanya mempertahankan posisi politik yang telah diraih, tetapi juga memperluas kekuatan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Konsolidasi kader, menjaga persatuan internal dan membangun kepercayaan masyarakat menjadi pekerjaan rumah I Made Safari bersama seluruh jajaran pengurus untuk mewujudkan target tersebut.(")
Editor :Andry