Di Balik Kunjungan Wapres Gibran, BPJN Sumbar Berjibaku Pulihkan Akses Arosuka
Kunjungan wapres Gibran Rakabuming ke Solok, meninjau langsung kawasan terdampak, Jumat (25/9/2026),
SIGAPNEWS.CO.ID | SOLOK, Deru mesin alat berat terdengar di antara hamparan material longsor yang masih tersisa di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok. Tanah, batu, batang kayu dan lumpur menjadi saksi betapa kuatnya galodo menerjang kawasan tersebut.
Di tengah pemandangan itu, aktivitas pemulihan terus berjalan.
Saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka datang meninjau langsung kawasan terdampak, Jumat (25/9/2026), pekerjaan di lapangan tidak berhenti. Di sejumlah titik, alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses yang terganggu akibat bencana.
Bagi masyarakat, pekerjaan itu memiliki arti sederhana namun sangat penting: jalan kembali terbuka, kendaraan bisa melintas, dan aktivitas perlahan dapat berjalan kembali.
Kunjungan Wapres Gibran menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat terdampak. Ia melihat langsung kondisi kawasan yang diterjang galodo serta menemui warga di lokasi pengungsian. Namun, di balik agenda kenegaraan tersebut, terdapat pekerjaan panjang yang harus dituntaskan.
Akses yang Tertutup Harus Dibuka Kembali
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menjadi salah satu unsur yang terus berada di lapangan menangani dampak bencana terhadap konektivitas jalan nasional.
Material longsor yang menutup dan mengganggu badan jalan dibersihkan secara bertahap. Alat berat bekerja menyingkirkan timbunan tanah, batu, kayu dan lumpur yang terbawa arus.
Pekerjaan dilakukan bukan hanya untuk membuat jalan kembali terlihat, tetapi memastikan jalur tersebut dapat kembali digunakan masyarakat dengan aman.
Setiap meter badan jalan yang berhasil dibersihkan menjadi bagian dari upaya mengembalikan denyut kehidupan warga.
Sebab, jalan di kawasan ini bukan sekadar hamparan aspal.
Di atasnya ada kendaraan pengangkut kebutuhan masyarakat, petani yang membawa hasil produksi, warga yang menuju pusat pelayanan, anak-anak yang berangkat sekolah dan aktivitas ekonomi yang harus kembali bergerak.
Karena itu, pemulihan akses menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Jembatan Menjadi Penghubung yang Harus Dikembalikan.
Selain membersihkan material longsor, BPJN Sumbar juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur jembatan yang terdampak.
Pembangunan dan penanganan jembatan menjadi bagian penting dalam mengembalikan konektivitas kawasan yang sempat terganggu akibat galodo. Bagi warga, jembatan bukan sekadar konstruksi beton dan besi.
Jembatan adalah penghubung. Ketika jembatan terganggu, perjalanan warga menjadi lebih panjang, distribusi barang ikut terdampak dan aktivitas ekonomi dapat tersendat.
Karena itu, pembangunan kembali jembatan menjadi salah satu pekerjaan yang menentukan cepat atau lambatnya pemulihan akses masyarakat.
Di tengah sisa-sisa bencana, pekerjaan tersebut berjalan beriringan dengan pembersihan material longsor. Alat berat bekerja, petugas berada di lapangan dan pekerjaan konstruksi terus dilakukan.
Dari Arosuka, Pemulihan Belum Selesai
Kedatangan Wapres Gibran ke Arosuka menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat yang terdampak galodo. Tetapi kunjungan tersebut bukanlah akhir dari penanganan.
Justru setelah masa tanggap darurat, pekerjaan yang lebih panjang menanti: membersihkan kawasan, memulihkan jalan dan jembatan, memperbaiki fasilitas yang rusak serta memastikan warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di Arosuka, proses itu kini terlihat nyata. Di satu sisi, Wapres melihat langsung jejak bencana dan mendengar kondisi masyarakat.
Di sisi lain, alat berat BPJN Sumbar masih terus bekerja, membersihkan material yang menghalangi akses dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.
Deru mesin menjadi suara lain dari proses pemulihan.
Satu tumpukan material disingkirkan. Satu bagian jalan kembali terbuka. Satu jembatan dibangun kembali. Langkah demi langkah, akses kehidupan warga dipulihkan. Sebab bagi masyarakat yang terdampak galodo, pemulihan bukan hanya tentang membersihkan lumpur dan material bencana.
Pemulihan adalah ketika jalan kembali bisa dilewati, jembatan kembali menghubungkan dua sisi, bantuan lebih mudah masuk, hasil pertanian bisa dibawa keluar, dan kehidupan perlahan kembali normal. Di Arosuka, pekerjaan itu masih berlangsung. Dan selama alat berat masih bergerak, pemulihan belum berhenti.(*)
.
Editor :Andry