Upacara Hardiknas 2026 di UNP, Pendidikan Inklusif dan Berdampak Jadi Penekanan Utama
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara Hardiknas 2026 di Ruang Terbuka Hijau Gedung Rektorat UNP, Senin (4/5/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Ruang Terbuka Hijau Gedung Rektorat UNP, Senin (4/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UNP.
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dalam rangka Hardiknas 2026.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa sekaligus ruang pembentukan karakter, pengembangan akal budi, dan penentu masa depan Indonesia di tengah tantangan global, mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga perubahan dunia kerja.
Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas.
“Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia,” ujar Rektor saat membacakan amanat menteri.
Pidato tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi pendidikan tinggi melalui perluasan akses, penguatan kolaborasi, dan pengembangan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi didorong tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sumber solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Peringatan Hardiknas di UNP turut dirangkaikan dengan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Penerima penghargaan kategori 30 tahun di antaranya Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Sementara kategori 20 tahun diberikan kepada Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.D., Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd., M.Si., dan Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan lainnya untuk kategori 10 tahun.
Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan dari pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kejujuran, kedisiplinan, dan kecakapan dalam menjalankan tugas secara terus-menerus sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1994.(*)
Editor :Andry