SANTIKA SYNTHESIS 2026 di UNP, Pelajar dan Mahasiswa dari 17 Provinsi Adu Gagasan Ilmu Sosial
Pembukaan SANTIKA SYNTHESIS 2026, Selasa (5/5/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) dipenuhi ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dalam pembukaan SANTIKA SYNTHESIS 2026, Selasa (5/5/2026). Ajang nasional yang digagas Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sosiologi FIS UNP ini menjadi ruang kolaborasi generasi muda untuk mengasah pemikiran kritis dan kepedulian terhadap isu sosial.
Mengusung tema “Write The Vision, Draw The Reality”, kegiatan tersebut mengajak peserta tidak hanya memiliki mimpi, tetapi juga mampu memahami dan merespons realitas sosial secara kritis dan solutif.
Olimpiade Sosiologi tingkat SMA/sederajat diikuti 531 peserta dari 89 sekolah yang berasal dari 17 provinsi. Sementara kompetisi tingkat mahasiswa, meliputi lomba esai dan video dokumenter, diikuti 41 peserta dari 11 provinsi. Peserta terjauh berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Ketua pelaksana kegiatan, Aufa Raihan, mengatakan SANTIKA SYNTHESIS sejak awal dirancang sebagai ruang bertemunya gagasan lintas daerah dan lintas jenjang pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi nasional antara pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan daya pikir kritis di bidang sosial sekaligus memperkuat jejaring akademik,” ujarnya.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Monika Nur, S.Pd., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya ilmu sosiologi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial di tengah perubahan zaman.
“Sosiologi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peka terhadap realitas sosial dan mampu memahami dinamika masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.A.P., MA.
Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA, Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UNP, menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan membaca perubahan sosial serta menghadirkan gagasan yang kreatif dan solutif.
“Anak muda tidak cukup hanya memiliki cita-cita, tetapi juga harus mampu memahami realitas sosial dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Sosiologi UNP, Dr. Delmira Syafrini, S.Sos., M.A., menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pengembangan ilmu sosial yang selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian di tingkat kompetisi nasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang belajar, bertemu, dan bertumbuh bagi generasi muda,” tuturnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNP dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, serta MGMP Sosiologi kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat pengembangan pendidikan ilmu sosial dan kolaborasi akademik di tingkat regional.(*)
Editor :Andry