Kasus Tambang Diselesaikan Sesuai SOP
Kasi Humas AKP Irwandoni.
SIGAPNEWS.CO.ID | SIJUNJUNG -- Selain faktor ekonomi pendidikan yang rendah juga ditenggarai menjadi penyebab utama maraknya kegiatan tambang emas di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat. Usaha penuh resiko ini mau tak mau harus dilakukan ketika masyarakat harus dihadapkan dengan kebutuhan hidup ditengah kemajuan teknologi.
Bersaing dengan daerah lain untuk mendapat pekerjaan ditengah sulitnya lapangan pekerjaan jelas tak mungkin. Hanya tambang emas sebagai solusi ditengah meningkatnya harga emas dunia.
Bahkan, pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok ini tak jarang dapat menghasilkan Rp1 juta per orang bagi pekerja. Inilah yang membuat mereka makin tergiur melakukan aktivitas dengan penuh resiko.
Seperti yang terjadi baru baru ini, Kamis (14/5/2026) di Sintuk, Jorong Teratak Batuang, Nagari Padanglaweh, Kecamatan Koto VII yang menyebabkan sembilan penambang tewas tertimbun longsoran ditempat mereka bekerja.
Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut pun sempat menjadi viral.
"Ya, sempat viral. Namanya bencana apalagi ada korban jiwa tentu menjadi perhatian dari berbagai kalangan," jelas Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwandoni.
Adapun ke sembilan korban meninggal dunia adalah AT (23), HRH (23), IJ (19), MN (22), WA (21), DA (42), MF (22), ACM (43), dan DL (40).
Sementara tiga pekerja lain yang berhasil menyelamatkan diri dari longsoran tempat mereka berkerja adalah IKW (51), IJ (53) dan EL (40).
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah SIK MH kepada media menyebutkan, saat pihaknya sudah meidentifikasi NKM (46) pemilik lokasi tambang dan mesin dompeng yang dipergunakan saat kecelakaan siang hari itu.
Keterangan yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, cuaca yang tak menentu akhir akhir ini di kawasan tersebut membuat bencana rawan terjadi. Sebelum kejadian daerah ini diguyur hujan lebat.
"Sesuai arahan bapak Kapolres, seluruh fungsi sudah menjalankan tugas dengan baik, namun bencana siapa yang tahu," jelas Kasi Humas Irwandoni lagi.
Dikatakannya, selama kepemimpinan AKBP Willan Herbensyah Polres Sijunjung selalu mengutamakan pendekatan secara persuasif ditengah-tengah masyarakat. Seluruh jajaran diminta bekerja secara humanis sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Polri menjaga stabilitas keamanan dilingkungkan masyarakat.
"Kita harap jangan ada yang mencoba membenturkan Polri dengan masyarakat. Setiap kejadian sesuai perintah Bapak Kapolres diselesaikan sesuai SOP (standar operasional, red) yang ada," lanjut Kasi Humas.
Jau hari sebelumnya, berbagai upaya telah dilakukan pihak kepolisian, mulai dari sosialisasi bahaya dan ancaman terhadap kegiatan tambang.
Dari pantauan, tak jarang, Polres pun turun langsung kelapangan menertibkan aktivitas tambang. Namun, pelaku tambang seperti main kucing-kucingan dengan petugas. Apalagi ditengah himpitan ekonomi yang terus mendera. (*)
Editor :Andry