Mahasiswa Doktoral Asal Kerinci Raih Danaindonesiana 2025 Lewat Karya Buku Berbasis Riset
Tri Firmansyah, mahasiswa program doktoral (S3) Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Prestasi membanggakan diraih Tri Firmansyah, mahasiswa program doktoral (S3) Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Ia berhasil memperoleh pendanaan Danaindonesiana 2025 pada program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif kategori perseorangan. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).
Pendanaan tersebut diraih melalui karya buku berbasis riset yang mengangkat sejarah napak tilas kerapatan adat di wilayah timur Kabupaten Kerinci. Dalam penelitiannya, Tri Firmansyah berhasil mendokumentasikan 38 napak tilas kerapatan adat yang tersebar di enam kecamatan, dari total 88 kedepatian atau kerapatan adat di wilayah tersebut.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya dokumentasi sejarah adat Kerinci dalam bentuk buku, yang berpotensi menimbulkan kekurangan sumber belajar bagi generasi muda. Riset yang dilakukan selama enam bulan ini ditargetkan menghasilkan buku sejarah berbasis kajian ilmiah yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sekaligus pelestarian budaya.
Karya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan sumber belajar berbasis kearifan lokal, serta poin ke-11 terkait pelestarian warisan budaya dalam pembangunan berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan identitas budaya, literasi sejarah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain aktif dalam kegiatan riset, Tri Firmansyah telah mengabdikan diri di bidang pendidikan dan kebudayaan selama lebih dari 13 tahun secara sukarela. Karya yang dihasilkannya diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata akademisi daerah dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pelestarian budaya yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)
Editor :Andry