Hendri Yazid Maju di Musda LKAAM Padang, Bawa Gagasan Penguatan Kelembagaan Adat
Dr. H. Hendri Yazid, S.Pd.I., MM., Dt. Rajo Diguci
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Dinamika menuju Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang mulai menghangat. Dr. H. Hendri Yazid, S.Pd.I., MM., Dt. Rajo Diguci, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua LKAAM Kota Padang periode 2026–2031.
Pendaftaran dilakukan pada Senin, 7 September 2026, sebagai bagian dari tahapan persiapan Musda LKAAM Kota Padang.
Hendri Yazid mengusung semangat “Bersama, Lestarikan Adat, Tegakkan Marwah, Majukan Padang” dalam pencalonannya. Gagasan yang ditawarkan tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan tradisi Minangkabau, tetapi juga penguatan peran kelembagaan adat di tengah perubahan sosial masyarakat.
Menurut Hendri, keberadaan adat harus tetap relevan dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai Minangkabau, seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK), musyawarah dan mufakat, gotong royong serta penghormatan terhadap ninik mamak, perlu terus diperkuat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menilai penguatan tersebut menjadi penting, terutama di tengah perubahan pola kehidupan dan semakin besarnya pengaruh budaya global terhadap generasi muda.
Selain aspek pelestarian budaya, Hendri juga menempatkan penguatan kelembagaan adat sebagai salah satu perhatian dalam pencalonannya.
Kerapatan adat, menurutnya, harus mampu menjadi ruang bagi ninik mamak dan unsur masyarakat adat untuk membicarakan serta menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan mekanisme musyawarah dan mufakat.
Prinsip bajanjang naik, batanggo turun juga dinilai tetap relevan dalam membangun tata kehidupan adat yang tertib dan mengedepankan penghormatan terhadap struktur sosial masyarakat Minangkabau.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hendri mendorong tata kelola organisasi yang lebih baik, komunikasi antarlembaga yang kuat serta hubungan yang lebih erat antara LKAAM dengan masyarakat.
Ia juga menilai LKAAM perlu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, generasi muda dan berbagai elemen lainnya.
Kota Padang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di Sumatera Barat, kata dia, membutuhkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan penguatan karakter serta nilai budaya masyarakat.
Karena itu, pelestarian adat, etika, sopan santun, persaudaraan dan marwah budaya Minangkabau dinilai perlu berjalan seiring dengan pembangunan kota.
Pendaftaran Hendri Yazid sekaligus menjadi bagian dari dinamika konsolidasi kelembagaan adat menjelang Musda LKAAM Kota Padang.
Musda nantinya diharapkan tidak berhenti pada agenda pemilihan ketua, tetapi juga menghasilkan arah kebijakan dan program organisasi untuk menjawab berbagai tantangan adat, sosial, budaya serta persoalan generasi muda.
Dengan pencalonannya tersebut, Hendri Yazid membawa gagasan agar LKAAM ke depan semakin kuat sebagai lembaga adat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Minangkabau.(*)
Editor :Andry