Reses Masa Sidang I 2026, Empat Pimpinan DPRD Padang Serap Aspirasi Warga hingga Insan Sepak Bola
Empat pimpinan DPRD Kota Padang turun langsung menemui masyarakat dimasa reses sidang I tahun 2026.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Empat pimpinan DPRD Kota Padang memanfaatkan masa reses sidang I tahun 2026 untuk turun langsung menemui masyarakat dan menyerap berbagai aspirasi dari lapisan warga.
Beragam persoalan disampaikan masyarakat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mulai dari pembangunan jalan dan fasilitas umum, persoalan banjir serta drainase, mekanisme dana hibah, hingga pengembangan olahraga dan pembinaan sepak bola usia dini.
Reses menjadi momentum bagi pimpinan DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus melihat kondisi di lapangan. Berbagai aspirasi yang dihimpun selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan Kota Padang, sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Muharlion Soroti Jalan, Posyandu hingga Banjir di Graha Bungo Mas

Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., MM., melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 di Komplek Graha Bungo Mas, RT 05 RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).
Selain berdialog dengan warga, Muharlion turun langsung meninjau sejumlah fasilitas dan kondisi infrastruktur di kawasan permukiman tersebut.
Menurutnya, jumlah warga di Komplek Graha Bungo Mas kini telah mencapai lebih dari 300 kepala keluarga. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan jalan utama dan jalan lingkungan.
Muharlion menyebutkan, sebagian pembangunan jalan telah direalisasikan pada 2026. Namun, berdasarkan hasil peninjauan, masih terdapat bagian jalan utama yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
“Jalan utama ini mungkin pada 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujar Muharlion.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas pelayanan masyarakat, khususnya gedung Posyandu.
Dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan banyaknya balita, keberadaan Posyandu dinilai penting untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Warga juga berharap tersedia fasilitas bersama seperti pos pemuda atau balai warga yang hingga kini belum dimiliki kawasan tersebut.
Persoalan banjir turut menjadi perhatian. Muharlion mengatakan kawasan Bungo Pasang dan sekitarnya cukup sering terdampak banjir ketika hujan deras.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan secara menyeluruh, termasuk pengendalian aliran air hingga kawasan Linggar Jati. Karena menyangkut kewenangan lintas instansi, persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan Balai Sungai.
“Mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik,” katanya.
Ketua RT setempat mengapresiasi perhatian Muharlion yang telah turun langsung menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Ia berharap pembangunan jalan utama sepanjang sekitar 100 meter dapat diselesaikan pada tahun berikutnya. Kondisi jalan yang rusak selama ini dinilai cukup mengganggu aktivitas warga dan bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan kendaraan.
Mastilizal Aye Serap Aspirasi Insan Sepak Bola Kota Padang

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH., memilih menyerap aspirasi insan sepak bola dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026/2027.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur sepak bola Kota Padang, mulai dari pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih hingga official.
Mastilizal Aye menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal bertemu masyarakat, tetapi menjadi ruang untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk para pelaku olahraga.
Menurutnya, sepak bola memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Olahraga tersebut tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mengajarkan disiplin, kerja sama dan semangat pantang menyerah.
“Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Di dalamnya ada pembinaan karakter, disiplin, kerja sama dan semangat pantang menyerah. Ini juga menjadi salah satu cara kita mengatasi kenakalan remaja,” tegas Aye.
Ia menilai Kota Padang memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta-talenta sepak bola. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan perhatian kepada SSB, meningkatkan kualitas pelatih serta memberikan dukungan kepada atlet usia muda.
“Kita ingin sepak bola Padang kembali berjaya. Untuk itu, semua harus duduk bersama. SSB, atlet, pelatih, official dan pemerintah harus memiliki tekad yang sama. Kalau kita bersatu, insyaallah prestasi akan mengikuti,” ujarnya.
Aye menekankan pentingnya pembinaan usia dini sebagai fondasi prestasi sepak bola. Menurutnya, pemain berkualitas tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang dan pembinaan berkelanjutan sejak usia muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari, yang turut hadir, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan olahraga melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, klub, SSB, pelatih dan insan olahraga diperlukan untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kota Padang.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai pihak dalam memperkuat pembinaan sepak bola Kota Padang.
Osman Ayub Tampung Keluhan Dana Hibah dan Drainase

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, melaksanakan kegiatan reses di Banang Cafe, Nanggalo, pada 2–5 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, puluhan warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dua isu yang paling banyak mendapat perhatian yakni mekanisme pengurusan dana hibah serta kondisi drainase atau riol yang rusak pascabencana.
Warga mengaku masih mengalami kesulitan memahami prosedur pengajuan proposal dana hibah. Beragam mata anggaran dan skema pembagian hibah dari pemerintah daerah membuat sejumlah organisasi, tempat ibadah dan kelompok masyarakat menghadapi kendala administratif.
Masyarakat berharap pemerintah memberikan kejelasan mengenai alur pengajuan sekaligus pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah dapat diakses secara tepat sasaran.
Selain dana hibah, warga juga meminta pemerintah memperbaiki riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
Drainase yang tersumbat dan mengalami kerusakan dikhawatirkan memperparah persoalan banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Osman Ayub menegaskan akan mengawal berbagai masukan masyarakat agar dapat menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan anggaran Pemerintah Kota Padang.
Ia juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar perbaikan drainase pascabencana dapat menjadi salah satu prioritas penanganan.
Selain itu, Osman meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan kepada masyarakat terkait mekanisme dan persyaratan pengajuan dana hibah.
Jupri Serap Aspirasi Warga Gurun Laweh

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (5/9/2026) siang.
Kegiatan yang berlangsung di Mushalla Nurul Zikilah tersebut dihadiri Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung, Liswin, yang mewakili Camat Lubuk Begalung; Lurah Gurun Laweh, Vebrinanda; Ketua Majelis Taklim Gurun Laweh, Hj. Farida; serta sejumlah tokoh masyarakat.
Hadir pula tokoh pemuda, Bundo Kanduang, Karang Taruna, niniak mamak dan pengurus Mushalla Nurul Zikilah sebagai tuan rumah.
Dalam kesempatan tersebut, Jupri mengatakan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan secara langsung kepada wakil mereka.
“Reses ini adalah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Jupri.
Ia menjelaskan, berbagai aspirasi masyarakat nantinya menjadi bahan evaluasi dan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan Kota Padang. Namun, realisasinya tetap mempertimbangkan kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Jupri juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan dalam mengawal pembangunan di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar program pembangunan yang dijalankan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam menyampaikan aspirasi, baik terkait pembangunan, sosial kemasyarakatan maupun fasilitas umum.
Aspirasi Warga Jadi Bahan Perjuangan DPRD
Rangkaian reses pimpinan DPRD Kota Padang tersebut memperlihatkan beragam kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan, penyediaan fasilitas pelayanan masyarakat, pengendalian banjir dan pembenahan drainase, kemudahan akses dana hibah, hingga penguatan pembinaan sepak bola usia dini.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Padang, OPD terkait dan masyarakat.
Melalui reses, aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian semata, tetapi dapat dikawal menjadi bagian dari perencanaan dan program pembangunan Kota Padang ke depan. (Adv)
Editor :Andry