Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Prioritaskan Keselamatan Siswa dengan PJJ atau Daring
Himbauan kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD/TK, SD dan SMP dialihkan dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Memburuknya kualitas udara di Kota Padang membuat Pemerintah Kota Padang mengambil langkah antisipatif untuk melindungi peserta didik. Mulai Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026), kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD/TK, SD dan SMP dialihkan dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi kualitas udara di Kota Padang menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan stasiun pemantau kualitas udara, indeks sempat berada pada kisaran 430 hingga 586 AQI US. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, kebijakan pembelajaran daring merupakan bagian dari langkah mitigasi pemerintah menghadapi kondisi udara yang telah berada pada kategori berbahaya.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas. Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya per hari ini,” ujar Fadly Amran.
Selain mengalihkan pembelajaran ke sistem daring, Fadly juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
“Sekolah dilakukan secara daring, dan kami juga mengimbau warga Kota Padang untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang, atau menggunakan masker ketika harus berkegiatan di luar ruang,” katanya.
Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dan berlaku bagi satuan pendidikan PAUD/TK, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta yang berada di bawah kewenangan Pemko Padang.
Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, kebijakan pembelajaran masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova meminta sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meski dilakukan dari rumah. Sekolah diminta memanfaatkan berbagai platform digital dan sarana komunikasi yang tersedia.
Di sisi lain, peran orang tua menjadi semakin penting selama penerapan PJJ. Orang tua dan wali murid diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau orang tua dan wali murid untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kondisi kualitas udara masih buruk. Batasi aktivitas anak di luar ruangan dan pastikan mereka tetap menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah,” kata Yopi.
Pemko Padang bersama Dinas Lingkungan Hidup selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara secara berkala. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan apakah kegiatan belajar tatap muka sudah dapat kembali dilaksanakan atau masih perlu diperpanjang secara daring.
Dengan demikian, penerapan PJJ selama tiga hari bukan sekadar perubahan metode belajar, tetapi menjadi langkah pencegahan untuk meminimalkan paparan polusi udara terhadap anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang belum kondusif.(*)
Editor :Andry