Sinergi DPRD dan PUPR Sawahlunto, Pemakaman Warga di Saringan Jadi Prioritas Perlindungan
Anggota DPRD Kota Sawahlunto Ronny Eka Putra didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Sawahlunto Aidil tinjau proses pengukuran rencana pembangunan dam penahan longsor.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO — Ancaman longsor terhadap kawasan pemakaman warga di Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, mendapat perhatian serius. Pemerintah bersama legislatif mulai menyiapkan langkah penanganan melalui rencana pembangunan dam penahan longsor di kawasan tersebut.
Tahap awal pembangunan ditandai dengan kegiatan pengukuran dan pematokan lokasi yang dilaksanakan di RT 03/RW 02 Kelurahan SSaringan Anggota DPRD Kota Sawahlunto Ronny Eka Putra turun langsung meninjau proses tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Sawahlunto Aidil bersama sejumlah staf.
Ronny mengatakan, pembangunan dam penahan longsor sangat dibutuhkan mengingat kondisi lahan di sekitar pemakaman warga yang cukup rawan. Jika tidak segera ditangani, longsor dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan makam dan lingkungan di sekitarnya.
"Ini merupakan kebutuhan yang cukup mendesak. Kita tentu tidak ingin area pemakaman warga sampai terdampak longsor. Karena itu, langkah pengukuran dan pematokan ini menjadi bagian penting untuk memastikan penanganannya bisa dilakukan dengan tepat," ujar Ronny.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut bukan hanya menyangkut persoalan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap fasilitas yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ronny berharap proses persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga pembangunan dam penahan longsor bisa segera direalisasikan.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Sawahlunto Aidil menjelaskan, pengukuran dan pematokan dilakukan untuk memastikan titik lokasi serta kebutuhan teknis pembangunan dam penahan longsor.
"Pengukuran ini kita lakukan untuk mengetahui kondisi dan titik yang tepat untuk pembangunan. Dari hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan di lapangan," kata Aidil.
Ia menyebutkan, kondisi medan dan tingkat kerawanan longsor menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Menurut Aidil, pembangunan dam penahan harus direncanakan secara tepat agar nantinya mampu berfungsi maksimal dalam menahan pergerakan tanah serta mengurangi risiko longsor di kawasan tersebut.
"Harapannya, dengan adanya penanganan ini, kawasan pemakaman warga bisa lebih terlindungi dan potensi longsor dapat diminimalkan," ujarnya.
Pengukuran dan pematokan lahan tersebut menjadi langkah awal dalam upaya memberikan perlindungan terhadap kawasan pemakaman warga di RT 03/RW 02 Kelurahan Saringan sekaligus mengantisipasi potensi longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan tinggi.(*)
Editor :Andry