35 Siswa MTs Quranic Scientia Diwisuda, Yasril: Hafalan Harus Tercermin dalam Akhlak
35 Siswa MTs Quranic Scientia Diwisuda.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Kemampuan menghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya diukur dari jumlah ayat yang dikuasai. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan mampu tercermin dalam sikap dan perilaku para penghafalnya.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Yasril, saat menghadiri Wisuda Tahfizh Al-Qur’an 35 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Quranic Scientia Angkatan II Tahun 2026–2027 di Auditorium UIN Imam Bonjol Padang, Kamis (10/9/2026).
Yasril mengapresiasi capaian para siswa yang telah menyelesaikan tahapan tahfizh. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari proses membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus mempunyai karakter dan akhlak yang baik.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang berapa banyak ayat yang dihafal, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam sikap dan perilaku,” ujar Yasril.
Ia menegaskan, pendidikan Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter. Karena itu, siswa yang telah menyelesaikan program tahfizh diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yasril, upaya tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan akhlak mulia.
“Pertahankan hafalan, tingkatkan pemahaman, dan yang paling penting, amalkan Al-Qur’an dalam kehidupan. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam meraih masa depan,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Yasril turut menyampaikan apresiasi kepada 35 wisudawan, para guru, orang tua dan seluruh keluarga besar MTs Quranic Scientia yang telah memberikan dukungan selama proses pembelajaran tahfizh. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus menjaga hafalan dan meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Wisuda tahfizh, lanjutnya, hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi awal bagi para siswa untuk membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Dengan dukungan madrasah dan keluarga, pembinaan generasi Qur’ani diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas dan berakhlak mulia.(*)
Editor :Andry