Ungguli SLTA se-Sumbar, MAN 1 Bukittinggi Berhasil Wakili Sumbar di LKBB-PB Nasional MPR RI
Siswa siswi MAN 1 Bukittinggi foto bersama dengan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Setelah berhasil mengungguli sejumlah sekolah tingkat SLTA se-Sumatra Barat (Sumbar), siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bukittinggi bertolak ke Jakarta, Kamis (3/9/2026), untuk membawa nama Sumbar di panggung nasional.
MAN 1 Kota Bukittinggi satu-satunya madrasah yang mengikuti seleksi tingkat provinsi itu akan berlaga pada Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) 2026, 4–7 September mendatang.
Sebelum bertolak ke Jakarta, tim dilepas oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar Mustafa bersama
Kepala bidang Pendidikan Madrasah
(Kabid Penmad), Tan Gusli serta jajaran.
Mustafa mengatakan, keberhasilan tersebut, menjadi kebanggaan bagi madrasah dan Sumbar. Ia menegaskan,para siswa kini tidak lagi hanya membawa nama MAN 1 Kota Bukittinggi.
“Sekarang anak-anak bukan lagi utusan MAN 1 Kota Bukittinggi, bukan utusan Kemenag Kota Bukittinggi, dan bukan utusan Kanwil Kemenag. Anak-anak adalah utusan Sumbar," ujar Mustafa.
Menurutnya, keberhasilan MAN 1 Kota Bukittinggi menjadi wakil Sumbar tidak diraih secara instan. Tim tersebut harus melewati berbagai tahapan dan persaingan dengan sekolah-sekolah tingkat SLTA.
Mustafa menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah dijalani para siswa. Latihan, komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama menjadi bagian dari perjalanan hingga berhasil lolos.
“Hasil tidak akan mendustai proses. Kalau proses kita mantap dan dilakukan dengan baik, insya Allah hasilnya juga akan baik,” katanya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan tim. Apresiasi diberikan kepada jajaran Kemenag Kota Bukittinggi, pimpinan madrasah, pelatih, pendamping, serta para siswa.
Mustafa mengatakan, para peserta telah menjalani berbagai persiapan sebelum tampil di tingkat nasional. Persiapan tersebut meliputi latihan baris-berbaris, pembinaan fisik, serta penguatan kesiapan mental dan spiritual.
Menurutnya, seluruh persiapan menjadi modal untuk menghadapi kompetisi. Namun, ia meminta siswa tetap menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.
“Kita sudah berikhtiar dan mempersiapkan segala sesuatunya. Sekarang tampil dengan maksimal dan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Mustafa meminta seluruh peserta menjaga kesehatan selama mengikuti kompetisi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam tim.
“Jaga nama baik daerah kita. Jaga nama baik MAN 1 Kota Bukittinggi, Kemenag Kota Bukittinggi, dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat,” pesannya.
Ia mengatakan kompetisi nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Pertemuan dengan peserta dari berbagai provinsi juga menjadi kesempatan untuk mengenal keberagaman Indonesia.
Para siswa akan bertemu dengan peserta dari 38 provinsi yang memiliki latar budaya, adat, dan tradisi berbeda. Mustafa meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun pertemanan dan memperluas wawasan.
“Semakin kita mengenal budaya dan kebiasaan orang lain, semakin lapang cara berpikir kita,” katanya.
Menurut Mustafa, pertemuan antarpeserta dari seluruh Indonesia dapat menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan. Para siswa juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengalaman tersebut.
Selain persiapan teknis, Mustafa mengingatkan siswa untuk meminta doa dan restu kepada orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi kekuatan penting bagi siswa dalam menjalani perjuangan.
“Kunci keberhasilan adalah keridaan kedua orang tua. Jangan lupa meminta izin, doa, dan restu kepada orang tua,” katanya.
Tim MAN 1 Kota Bukittinggi kini membawa harapan Sumbar ke tingkat nasional. Keberhasilan mengungguli peserta SLTA se-Sumbar menjadi modal awal untuk menghadapi kompetisi di Jakarta.
Melalui LKBB-PB MPR RI 2026, para siswa diharapkan dapat menampilkan kemampuan terbaik dan membawa nama baik Sumbar. Keikutsertaan mereka juga menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dan tampil sebagai wakil daerah di tingkat nasional. (*)
Editor :Andry