Kabut Asap Makin Pekat, CFD Padang Dihentikan Sementara
CFD di Kota Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Kota Padang dihentikan sementara.
Penghentian CFD yang berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Rasuna Said itu diumumkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat melalui Pengumuman Nomor 426/2020/Bidang-PO/2026 tertanggal 11 September 2026.
Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuadi mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara yang dinilai sudah tidak sehat.
“Untuk sementara waktu dihentikan, nanti akan kami informasikan secara resmi kembali apabila status siaga darurat bencana kabut asap di wilayah Sumatera Barat sudah membaik,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 198 dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena CFD merupakan kegiatan luar ruangan yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.
Menurut Fuadi, kebijakan penghentian CFD mengacu pada sejumlah dasar, di antaranya Surat Edaran Gubernur Sumbar tentang antisipasi dampak penurunan kualitas udara, keputusan Gubernur mengenai Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap, serta surat edaran Wali Kota Padang mengenai mitigasi kabut asap terhadap kesehatan.
“Keputusan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi udara serta status kedaruratan kabut asap,” kata Fuadi.
Pada Jumat (11/9/2026) pagi, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan Kota Padang dan kondisi kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.
Dispora Sumbar hingga kini belum menetapkan waktu pelaksanaan CFD Padang kembali dibuka karena keputusan tersebut akan menyesuaikan perkembangan kualitas udara dan status siaga darurat bencana kabut asap.
Penghentian sementara CFD juga sejalan dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebaran asap masih bertahan di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat, di tengah kondisi musim kemarau.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Kota Padang diimbau mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas luar ruangan, terutama ketika ISPU masih berada pada kategori tidak sehat. (*)
Editor :Andry