UNP Perkuat Kurikulum Pascasarjana untuk Menjawab Tantangan Pendidikan Tinggi
Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes.,
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat kualitas pendidikan pascasarjana melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika kebijakan dan kebutuhan pendidikan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum Pascasarjana di lingkungan UNP yang digelar di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat UNP, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, sebagai narasumber utama.
FGD dibuka oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Kegiatan turut dihadiri Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., Direktur Akademik UNP, serta Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Mata Kuliah Umum.
Dalam sambutannya, Prof. Refnaldi menyampaikan bahwa FGD tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya telah dilakukan UNP dalam rangka memperkuat dan menyempurnakan kurikulum pascasarjana. Menurutnya, perspektif dari perguruan tinggi lain diperlukan agar pengembangan kurikulum UNP semakin responsif terhadap perubahan regulasi dan tuntutan pendidikan tinggi.
“Kami ingin mendengarkan perspektif dari luar UNP terkait pengembangan kurikulum Pascasarjana. Dengan adanya berbagai perubahan regulasi, masukan dari perguruan tinggi lain menjadi penting sebagai bahan penyempurnaan kurikulum di UNP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UNY dipilih sebagai mitra diskusi karena memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum serta penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pascasarjana. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk menjadi referensi bagi UNP dalam mempersiapkan dan mengembangkan penyelenggaraan program pembelajaran serupa.
“UNY telah lebih dahulu mengimplementasikan PJJ di Pascasarjana. Kami ingin belajar mengenai proses persiapan, pemenuhan sumber daya manusia, hingga pelaksanaannya agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi UNP,” katanya.
Sementara itu, Prof. Siswantoyo memaparkan sejumlah strategi pengembangan kurikulum pascasarjana yang selaras dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi. Ia juga membagikan pengalaman UNY dalam menyusun kurikulum berbasis capaian pembelajaran, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan Program Pembelajaran Jarak Jauh sebagai salah satu bentuk inovasi layanan pendidikan.
FGD tersebut menjadi ruang strategis bagi UNP untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Melalui penguatan kurikulum, UNP berkomitmen memastikan program pascasarjana mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan serta dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pascasarjana Universitas Negeri Padang dan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat sinergi kedua institusi dalam bidang akademik, pengembangan kurikulum, penelitian, serta peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan pascasarjana.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting bagi UNP dalam membangun ekosistem pendidikan pascasarjana yang inovatif dan berkualitas, sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.(*)
Editor :Andry