Dua Pakar UNP Beri Kuliah Internasional di Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic, Tiongkok
Prof. Rusnardi Rahmat Putra, ST., MT., PhD. Eng., HSE Cert usai memberi kuliah internasional Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic, Tiongkok.
SIGAPNEWS.CO.ID | TIONGKOK — Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kegiatan kuliah pakar dan program pertukaran mahasiswa di Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic, Tiongkok.
Kegiatan kuliah pakar tersebut dilaksanakan pada 1 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian program exchange student yang diikuti 24 mahasiswa UNP selama 19 Juni hingga 3 Juli 2026. Program ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, akademik, kebudayaan, serta membangun jejaring internasional antara UNP dan institusi pendidikan di Tiongkok.
Kegiatan diselenggarakan oleh Guizhou Examination Site of Certificate for Teacher of Chinese to Speakers of Other Languages yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Tiongkok. Melalui program tersebut, sivitas akademika dari kedua negara mendapatkan ruang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dalam berbagai bidang keilmuan serta kebudayaan.
Kuliah pakar pertama menghadirkan Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D. Eng., HSE Cert., sebagai pakar di bidang kegempaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic.
Dalam paparannya, Prof. Rusnardi membahas berbagai aspek terkait kegempaan, mitigasi bencana, pengurangan risiko bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat dan institusi pendidikan dalam menghadapi potensi gempa bumi.
Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pendekatan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, terutama di wilayah yang memiliki potensi risiko gempa. Pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana dinilai penting untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh sekaligus meningkatkan kesadaran institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Sementara itu, kuliah pakar kedua menghadirkan Dr. Desvalini Anwar yang mengangkat tema novel Laskar Pelangi dan kaitannya dengan budaya Indonesia serta China.
Dalam pemaparannya, Dr. Desvalini menjelaskan bahwa Laskar Pelangi tidak hanya merepresentasikan semangat pendidikan, perjuangan, persahabatan, dan harapan generasi muda Indonesia, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana karya sastra dapat menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan antara Indonesia dan China. Nilai-nilai universal seperti kerja keras, penghormatan terhadap guru, pentingnya pendidikan, persahabatan, serta semangat dalam meraih cita-cita menjadi pesan yang dapat diterima dan dipahami lintas budaya.
Kuliah pakar tersebut juga membuka ruang dialog antara dosen dan mahasiswa dari kedua negara untuk mengenali persamaan sekaligus memahami kekayaan tradisi dan budaya masing-masing. Pertukaran gagasan melalui sastra dan kebudayaan diharapkan dapat memperkuat pemahaman lintas budaya serta membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Selain kuliah pakar, sebanyak 24 mahasiswa UNP juga mengikuti program exchange student selama 14 hari. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik internasional, pengenalan budaya Tiongkok, pembelajaran bahasa, serta kesempatan membangun jejaring global dengan mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi mitra.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa UNP sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi mereka dalam lingkungan akademik dan sosial yang berbeda. Program mobilitas internasional juga menjadi sarana penting untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi global, terbuka terhadap keberagaman budaya, serta siap berinteraksi dan berkolaborasi di tingkat internasional.
Kegiatan kuliah pakar dan pertukaran mahasiswa ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung penguatan reputasi UNP di tingkat internasional. Aktivitas akademik internasional, mobilitas mahasiswa, kolaborasi antarperguruan tinggi, serta pertukaran budaya menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring global dan memperkuat posisi UNP sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam kerja sama internasional.
Dari sisi kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), kuliah pakar bidang kegempaan sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), khususnya dalam penguatan pengetahuan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Sementara itu, kuliah pakar mengenai Laskar Pelangi dan hubungan budaya Indonesia–China mendukung SDG 4 melalui penguatan literasi, pendidikan lintas budaya, dan peningkatan pemahaman global mahasiswa.
Program exchange student diharapkan dapat memberikan pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa UNP, memperkuat kompetensi lintas budaya, serta mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif dan memiliki daya saing global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperluas dan memperkuat kolaborasi antara UNP dan Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic pada masa mendatang, baik melalui pengembangan program akademik, mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, maupun kerja sama kebudayaan.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar dan program pertukaran mahasiswa tersebut, UNP kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat reputasi institusi, serta memberikan pengalaman pembelajaran global yang bermakna bagi mahasiswa.(*)
Editor :Andry