Dirjen Risbang Dorong Kampus Jadi Simpul Pertumbuhan Ekonomi melalui Riset Berdampak
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muhammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Ph.D.,
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) didorong untuk memperkuat perannya sebagai simpul pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muhammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Ph.D., saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Riset untuk Pembangunan Bangsa yang digelar di Ruang Sidang Senat UNP, Selasa (30/6/2026).
Membuka kegiatan tersebut, Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UNP untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai arah kebijakan riset nasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk belajar dari pengalaman Fauzan sebagai akademisi, peneliti, entrepreneur, dan birokrat.
“Kita akan mendapatkan pencerahan dari Pak Fauzan, baik dari pengalaman beliau di dunia penelitian internasional maupun bagaimana membangun penelitian mulai dari riset dasar, riset terapan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Beliau juga akan berbagi bagaimana mengembangkan diri menjadi seorang entrepreneur sebagai peneliti,” ujar Krismadinata.
Dalam paparannya yang mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Riset Inovatif dan Kolaborasi Strategis untuk Mewujudkan Pendidikan Tinggi Berdampak”, Fauzan menegaskan pentingnya perubahan paradigma riset di perguruan tinggi. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti pada pencapaian publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan solusi bagi dunia usaha dan industri.
Fauzan menjelaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penggerak inovasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi melalui riset yang menghasilkan dampak nyata. Karena itu, penelitian di perguruan tinggi perlu diarahkan pada sejumlah bidang prioritas nasional, antara lain ketahanan pangan dan kesehatan, energi baru dan terbarukan, hilirisasi dan reindustrialisasi, pertahanan dan material maju, serta pengembangan semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), dan ekonomi digital.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, diperlukan kemitraan dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, investor, hingga startup. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing bangsa.
Fauzan juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara hasil penelitian di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri yang dikenal dengan istilah valley of death. Banyak hasil penelitian, kata dia, masih berhenti pada tahap publikasi atau prototipe dan belum berhasil mencapai tahap komersialisasi maupun pemanfaatan secara luas oleh masyarakat.
“Oleh sebab itu, penguatan hilirisasi riset menjadi hal yang sangat penting agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan memberikan dampak yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, arah kebijakan riset nasional saat ini juga menitikberatkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas dan kapasitas talenta peneliti, serta pengembangan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan. Dengan demikian, hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.(*)
Editor :Andry