Inovasi BILIH-PEDULI BEM FIP KM UNP Raih Apresiasi Dirjen Risbang Kemdiktisaintek
Tim BEM FIP KM UNP yang mengikuti Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Universitas Prima Indonesia, Medan.
SIGAPNEWS.CO.ID | MEDAN – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) KM UNP. Program BILIH-PEDULI (Inovasi Olahan Ikan Bilih sebagai Pangan Lokal melalui Sinergi BEM FIP UNP, TP PKK, dan Kelompok Nelayan untuk Pemulihan Ekonomi Keluarga serta Gizi Anak Usia Dini Pascabencana) mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Atas capaian tersebut, tim BEM FIP KM UNP diundang untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan program dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Universitas Prima Indonesia, Medan.
Seminar tersebut menjadi forum nasional yang mempertemukan perguruan tinggi penerima Program Mahasiswa Berdampak untuk berbagi pengalaman sekaligus mendiseminasikan praktik-praktik terbaik dalam pemberdayaan dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Program BILIH-PEDULI diketuai oleh Dr. Vivi Anggraini, M.Pd., dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dengan anggota Dr. Ezi Angraini, M.Pd., dari Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), serta Dr. Efni Cerya, M.Pd., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Dalam implementasinya, program ini melibatkan BEM FIP KM UNP sebagai tim Mahasiswa Berdampak yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kelompok nelayan, serta masyarakat Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Melalui program tersebut, ikan bilih yang merupakan salah satu komoditas khas Danau Singkarak dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Inovasi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan dan memperkuat pendapatan keluarga, tetapi juga menghadirkan alternatif pangan bergizi bagi anak usia dini, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
Pendekatan yang mengintegrasikan pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kualitas gizi menjadi salah satu keunggulan utama program BILIH-PEDULI. Program ini menunjukkan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi solusi inovatif yang memberikan manfaat langsung sekaligus mendorong pemulihan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa yang telah menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, program seperti BILIH-PEDULI menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dirjen Risbang juga menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keikutsertaan BEM FIP KM UNP dalam seminar nasional tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengakuan terhadap kualitas pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang dikembangkan UNP. Kehadiran tim UNP juga menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dengan perguruan tinggi penerima program lainnya di Sumatra.
Selain memperluas ruang diseminasi inovasi, forum tersebut turut membuka peluang pengembangan jejaring dan kolaborasi lintas perguruan tinggi maupun pemangku kepentingan lainnya. Melalui penguatan kolaborasi tersebut, inovasi BILIH-PEDULI diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas dampaknya, sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap pemulihan ekonomi keluarga, ketahanan pangan lokal, peningkatan gizi anak usia dini, serta pemberdayaan masyarakat pascabencana.(*)
Editor :Andry