13 Dosen dan Mahasiswa Doktor UNP Presentasikan Paper Internasional di UPM Malaysia
13 dosen dan mahasiswa Program Doktor BK FIP UNP yang mengikuti kegiatan International Paper Review.
SIGAPNEWS.CO.ID | MALAYSIA – Program Doktor Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kegiatan International Paper Review yang digelar di Jabatan Pendidikan Kaunselor dan Psikologi Kaunseling (JPKPK), Fakulti Pengajian Pendidikan, Universiti Putra Malaysia (UPM).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian International Mobility BK FIP UNP pada 2–6 Juli 2026 tersebut diikuti 13 dosen dan mahasiswa Program Doktor BK FIP UNP. Dalam forum akademik itu, peserta mempresentasikan artikel ilmiah internasional di hadapan sejumlah pakar pendidikan dan konseling UPM.
International Paper Review ini merupakan implementasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam Mata Kuliah Teori dan Model Bimbingan dan Konseling Karir pada Program Doktor BK FIP UNP. Artikel-artikel yang dipresentasikan merupakan luaran pembelajaran yang disusun di bawah supervisi Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., dan Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons., sekaligus diarahkan untuk menjadi naskah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
Dalam forum tersebut, setiap artikel mendapatkan telaah dan masukan secara komprehensif dari akademisi JPKPK Universiti Putra Malaysia, yakni Assoc. Prof. Dr. Zaida Nor binti Zainudin, Dr. Asmah Ismail, Dr. Yusni Mohamad Yusop, Dr. Wan Norhayati Wan Othman, Dr. Muhammad Asyraf Che Amat, Dr. Dharatun Nissa binti Puad Mohd. Kari, Dr. Maizatul Mardiana binti Harun, dan Dr. Akmarina binti Ahmad Othman.
Para pakar memberikan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas artikel, mulai dari landasan teori, kebaruan penelitian (novelty), metodologi, analisis data, substansi pembahasan, hingga strategi penyempurnaan naskah. Masukan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas artikel sekaligus memperbesar peluang publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Melalui kegiatan ini, Program Doktor BK FIP UNP berupaya mengintegrasikan implementasi OBE dengan internasionalisasi kurikulum. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan proses perkuliahan, tetapi juga menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah yang memiliki kualitas dan daya saing internasional.
Peserta yang mempresentasikan artikel merupakan mahasiswa Program Doktor BK FIP UNP yang sebagian besar juga berprofesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka terdiri atas Gusni Dian Suri dan Soeci Adlya dari Universitas Negeri Padang (UNP), Hasbi dari Politeknik Negeri Padang (PNP), Donal dari Universitas Riau (UNRI), Rici Kardo dari Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA), Renidayati dari Poltekkes Kementerian Kesehatan Padang, serta Rahmatul Ulfa Auliya dari UIN Imam Bonjol Padang, bersama mahasiswa Program Doktor BK FIP UNP lainnya.
Keterlibatan akademisi dari berbagai perguruan tinggi tersebut semakin memperlihatkan peran Program Doktor BK FIP UNP sebagai ruang pengembangan kapasitas akademik sekaligus penggerak kolaborasi multikampus. Melalui kegiatan tersebut, terbuka peluang penguatan jejaring penelitian, publikasi, dan kerja sama akademik yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di Indonesia.
Koordinator Program Studi Doktor Bimbingan dan Konseling FIP UNP, Prof. Dr. Yeni Karneli, M.Pd., Kons., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum akademik bersama para pakar Universiti Putra Malaysia menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan masukan langsung dari akademisi internasional guna meningkatkan kualitas artikel sebelum diarahkan menuju publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi bagian dari pembelajaran di Program Doktor BK sehingga setiap mata kuliah menghasilkan luaran akademik yang berkualitas dan berdaya saing internasional,” ujar Prof. Yeni Karneli.
Sementara itu, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., selaku dosen pengampu mata kuliah sekaligus supervisor artikel, menjelaskan bahwa International Paper Review tersebut merupakan bentuk nyata penerapan pembelajaran berbasis OBE yang mengintegrasikan proses perkuliahan dengan pengembangan publikasi ilmiah internasional.
“Melalui OBE, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan artikel ilmiah yang memperoleh masukan langsung dari pakar internasional sebagai bekal menuju publikasi bereputasi dan kolaborasi riset global,” jelas Prof. Afdal.
Pelaksanaan kegiatan ini semakin memperkuat posisi Program Doktor BK FIP UNP sebagai motor kolaborasi akademik multikampus yang menjembatani sinergi antara perguruan tinggi di Indonesia dan mitra internasional. Melalui penguatan jejaring akademik, penerapan OBE, serta kolaborasi penelitian lintas institusi, Program Doktor BK FIP UNP terus berupaya menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat global.
Kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan doktoral, penguatan budaya publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi akademik berbasis luaran.
Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan akademik antara Universitas Negeri Padang, Universiti Putra Malaysia, dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 5 (Gender Equality) dengan memberikan kesempatan yang setara bagi dosen dan mahasiswa, baik perempuan maupun laki-laki, untuk berpartisipasi aktif dalam kolaborasi akademik dan forum ilmiah internasional.
Melalui kegiatan International Paper Review ini, Program Doktor BK FIP UNP tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran berbasis luaran, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional dan membuka ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya FIP UNP dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada daya saing global.(*)
Editor :Andry