UPT Diklat dan Sertifikasi UNP Gandeng Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta Gelar Pelatihan BTCLS
Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang berlangsung di UNP Hotel, Senin (9/6/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Diklat dan Sertifikasi bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PKU Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di bidang penanganan kegawatdaruratan. Pembukaan pelatihan berlangsung di UNP Hotel, Senin (9/6/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., yang hadir mewakili Rektor Universitas Negeri Padang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, Kerja Sama, dan Umum Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UNP, Dr. Ns. Armaita, S.Kep., SKM., M.Si., yang mewakili Dekan FPK, Kepala Departemen Ilmu Keperawatan FPK UNP, Dr. Ns. Linda Marni, S.Pd., S.Kep., M.M.Kes., Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, S.IP., M.A., serta Kepala Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta, Ns. Dewi Adnan, M.Kep., Sp.KMB.
Dalam laporannya, Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, menjelaskan bahwa pelatihan BTCLS merupakan bagian dari komitmen UNP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan.
Menurutnya, pelatihan ini juga mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan terkait penyelenggaraan pelatihan terakreditasi, penerbitan sertifikat elektronik (e-certificate), serta pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi tenaga kesehatan.
Pelatihan BTCLS dilaksanakan pada 9–14 Juni 2026 dengan metode pembelajaran yang memadukan sesi daring dan luring (blended learning). Sebanyak 79 peserta dari lingkungan UNP dan berbagai institusi mitra di bidang kesehatan mengikuti pelatihan ini.
Selama enam hari, peserta memperoleh materi yang komprehensif, mulai dari pre-test melalui Learning Management System (LMS), penanganan kegawatdaruratan, Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), airway and breathing management, initial trauma assessment, penanganan syok (shock management), interpretasi elektrokardiografi (EKG), penatalaksanaan aritmia, defibrilasi, triase, transportasi pasien gawat darurat, hingga praktik keterampilan (skill station), ujian kompetensi, post-test, evaluasi, dan penutupan.
Sementara itu, Kepala Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta, Ns. Dewi Adnan, M.Kep., Sp.KMB., menekankan bahwa kompetensi dalam penanganan kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga keterampilan praktis, ketepatan mengambil keputusan, kemampuan bekerja di bawah tekanan, serta kolaborasi tim yang efektif.
"Pelatihan BTCLS memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang kompeten. Penanganan pasien gawat darurat membutuhkan kecepatan, ketelitian, keterampilan, serta kerja sama tim yang baik agar keselamatan pasien dapat terjamin," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Inovasi UNP, Prof. Anni Faridah, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama universitas.
Ia berharap UPT Diklat dan Sertifikasi UNP terus mengembangkan berbagai program pelatihan yang tidak hanya bermanfaat bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat dan tenaga profesional dari berbagai sektor.
"Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Kami berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga UNP dapat semakin berkontribusi dalam pengembangan kompetensi profesional, baik bagi warga kampus maupun masyarakat luas," ungkapnya.
Pelaksanaan BTCLS ini juga menjadi momentum memperkuat kemitraan antara Universitas Negeri Padang dan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta. Ke depan, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi, di antaranya pelatihan kegawatdaruratan lanjutan, patient safety, manajemen bencana bidang kesehatan, Training of Trainer (ToT), sertifikasi kompetensi tenaga kesehatan, hingga pengembangan kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan.
Melalui penyelenggaraan pelatihan BTCLS, Universitas Negeri Padang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas. Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi UNP dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan demi meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pelatihan profesional berbasis kompetensi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan nasional.(*)
Editor :Andry