FK Unand Tutup Kegiatan FOME Lapangan, Hadirkan Edukasi Kesehatan bagi Warga Gates Nan XX Padang
Penutupan kegiatan FOME, IPE, dan Karakter Andalasian Lapangan FK UNAND di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Rangkaian kegiatan Family Oriented Medical Education (FOME), Interprofessional Education (IPE), dan Karakter Andalasian Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) resmi ditutup di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Kegiatan penutupan tersebut tidak hanya menjadi akhir dari proses pembelajaran lapangan mahasiswa, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026) di Masjid Al-Qahhaar Teluk Nibung, Kelurahan Gates Nan XX, melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan Kebidanan Program Sarjana FK Unand, dosen pembimbing, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.
Ketua kegiatan FOME, IPE, dan Karakter Andalasian Lapangan, dr. Ida Rahmah Burhan, MARS, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan mahasiswa untuk memahami pelayanan kesehatan berbasis keluarga dan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek klinis, tetapi juga bagaimana memahami kondisi keluarga, berkomunikasi dengan masyarakat, serta mengenali berbagai permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan FOME, IPE, KA tahun akademik 2025/2026 diikuti oleh 353 mahasiswa yang terdiri atas 261 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan 92 mahasiswa Program Studi Kebidanan. Mahasiswa dibagi dalam 26 kelompok dan melakukan kegiatan lapangan bersama keluarga binaan di sembilan RW yang ada di Kelurahan Gates Nan XX. Selama berada di lapangan, mahasiswa melakukan berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pendataan keluarga, komunikasi efektif, pengkajian kondisi keluarga menggunakan Family Assessment Tools, identifikasi masalah kesehatan prioritas, hingga pemberian edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi bagian penting dalam kegiatan ini adalah penerapan kolaborasi antarprofesi. Mahasiswa kedokteran dan kebidanan belajar bekerja bersama dalam memahami masalah kesehatan keluarga secara menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan pendekatan pelayanan yang lebih komprehensif.
Setelah kegiatan pembelajaran lapangan selesai, FK UNAND melanjutkan kegiatan dengan program pengabdian kepada masyarakat di wilayah yang sama. Program tersebut mengangkat tema penguatan literasi kesehatan reproduksi dan keluarga melalui edukasi kesehatan, promosi pencegahan penyakit, serta pelayanan kesehatan preventif.
Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan keluarga, edukasi penggunaan gadget sehat pada anak bagi orang tua, serta promosi skrining kanker serviks bagi perempuan usia subur. Ketua tim pengabdian masyarakat FK Unand, Henni Fitria, S.ST., M.Keb., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan ilmu pengetahuan di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah Kelurahan Gates Nan XX, puskesmas, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan berbasis masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FK Unand berharap mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keluarga dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.(*)
Editor :Andry