UNP Olah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme, Diterapkan di UNP Hotel & Convention Center & Lapau UNP
Pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme.
SIGAPNEWS.COID | PADANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui inovasi pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme. Program ini diterapkan di lingkungan UNP Hotel & Convention Center dan Lapau UNP sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas dapur hotel dan rumah makan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sampah. Sebaliknya, limbah tersebut diolah melalui proses fermentasi menjadi eco enzyme, cairan alami multifungsi yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pupuk organik, cairan pembersih ramah lingkungan, hingga pengurai limbah yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., mengatakan bahwa pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme merupakan salah satu langkah konkret UNP dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Sabtu (6/6/2026), Prof. Anni menjelaskan bahwa UNP tidak hanya berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lingkungan kampus.
"Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UNP menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui berbagai aksi nyata, salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik dari UNP Hotel dan Lapau UNP untuk diolah menjadi eco enzyme. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna yang tinggi," ujar Prof. Anni.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar upaya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Melalui praktik sederhana namun berdampak besar ini, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat dapat memahami bahwa sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Selain mendukung pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), penggunaan eco enzyme juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis dalam aktivitas sehari-hari, sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme ini merupakan bagian dari komitmen UNP dalam mengembangkan budaya kampus yang peduli lingkungan serta mendorong penerapan konsep green campus melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
UNP berharap praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bagi unit-unit kerja di lingkungan kampus maupun masyarakat luas untuk menerapkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali sehingga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan pemanfaatan kembali limbah organik, serta SDG 13 (Climate Action/Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi dampak lingkungan dan mendorong praktik ramah iklim dalam pengelolaan sumber daya.(*)
Editor :Andry