Dosen FIP UNP Dr. Nur Azmi Alwi Luncurkan Tiga Buku Pendidikan pada IMFL-4
Peluncuran tiga buku Dr. Nur Azmi Alwi referensi pendidikan saat ajang The 4th IMFL-4 yang dirangkaikan dengan Seminar Internasional Gur berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (6/6/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | BUKITTINGGI – Dosen Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Nur Azmi Alwi, meluncurkan tiga buku referensi pendidikan pada ajang The 4th International Minang Festival Literacy (IMFL-4) yang dirangkaikan dengan Seminar Internasional Guru bertema “Peluang dan Tantangan Guru di Era Artificial Intelligence (AI)”. Peluncuran buku berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (6/6/2026).
Tiga buku yang diluncurkan merupakan karya ilmiah yang berfokus pada penguatan pendidikan dasar, yakni Literasi di Sekolah Dasar, Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, dan Keterampilan Berbahasa di Sekolah Dasar. Ketiga buku tersebut secara simbolis diserahkan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Sebagai akademisi yang menekuni bidang pengajaran sastra anak dan literasi, Dr. Nur Azmi menjelaskan bahwa penerbitan ketiga buku tersebut merupakan respons terhadap berbagai tantangan pendidikan dasar, terutama masih rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sebagaimana tercermin dalam hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sekolah Dasar Tahun 2026.
Menurutnya, kemampuan membaca seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas mengenali huruf atau memahami isi bacaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bernalar, dan memecahkan masalah.
"Anak-anak kita pada umumnya sudah terbiasa membaca atau menjawab pertanyaan yang bersifat hafalan. Namun, mereka masih mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal yang menuntut logika, pemecahan masalah (problem solving), dan penalaran kritis," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi peringatan bagi dunia pendidikan untuk melakukan perubahan pendekatan pembelajaran di sekolah. Guru, menurutnya, perlu mengurangi pola pembelajaran yang berorientasi pada hafalan dan mulai membiasakan peserta didik berpikir secara analitis, kreatif, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan persoalan nyata.
Dr. Nur Azmi mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD Tahun 2026 menunjukkan adanya ketimpangan kemampuan siswa. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia berada pada kisaran 60, sedangkan nilai Matematika masih berkisar antara 40 hingga 43. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan numerasi dan penalaran peserta didik masih perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, lemahnya kemampuan numerasi di tingkat sekolah dasar akan berdampak pada proses belajar siswa di jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, penguatan fondasi berpikir logis dan matematis harus dimulai sejak dini melalui pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir, bukan sekadar menghafal konsep.
"Peserta didik di sekolah dasar perlu dibiasakan mengerjakan soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar kemampuan bernalar mereka berkembang sejak dini melalui bacaan yang berkualitas dan stimulasi pembelajaran yang tepat," jelasnya.
Melalui tiga buku yang diterbitkannya, Dr. Nur Azmi berharap para guru memperoleh referensi praktis dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia, literasi, dan keterampilan berbahasa yang lebih kontekstual serta mampu membangun budaya berpikir kritis di sekolah dasar.
Ia juga berharap pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat menjadikan hasil evaluasi nasional, seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
"Data evaluasi pendidikan hendaknya menjadi peta jalan (roadmap) dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di seluruh daerah. Membaca harus dikembalikan pada hakikatnya, bukan sekadar aktivitas memahami teks, tetapi sebagai sarana membangun nalar, kreativitas, dan kemerdekaan berpikir anak-anak Indonesia," tuturnya.
Dalam peluncuran buku tersebut, Dr. Nur Azmi hadir didampingi suaminya, Dr. Irwandi, yang juga bertindak sebagai moderator pada Seminar Internasional Guru. Kehadiran keduanya mencerminkan kontribusi aktif akademisi UNP dalam pengembangan literasi, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
Peluncuran ketiga buku ini menjadi salah satu wujud komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendorong budaya akademik yang produktif, memperkuat tradisi publikasi ilmiah, serta menghadirkan solusi berbasis riset bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia.(*)
Editor :Andry