Kodam XX/TIB Hentikan Aktivitas Lapangan Tembak Lapai Usai Peluru Nyasar Tembus Kawasan UNP
konferensi pers Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terkait peluru nyasar yang mengenai area Kampus UNP, Selasa (2/6/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menutup sementara lapangan tembak TNI di kawasan Lapai, Kota Padang, setelah insiden peluru nyasar yang mengenai area Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).
Penutupan dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lapangan tembak sekaligus mendukung proses investigasi internal yang masih berlangsung.
Kepala Penerangan Kodam XX/TIB Kolonel Kav Taufiq menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk atensi serius pimpinan terhadap insiden yang menjadi sorotan publik.
"Untuk penutupan tempat latihan menembak, hal ini berkaitan dengan evaluasi," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, hasil pengamatan sementara menunjukkan kondisi tanggul dan area pengamanan lapangan tembak masih memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Meski demikian, Kodam XX/TIB menilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti peluru nyasar yang menimbulkan korban di kawasan UNP.
Ia mengatakan penggunaan lapangan tembak dihentikan hingga investigasi lanjutan terkait aspek keamanan dan kemungkinan rehabilitasi fasilitas selesai dilakukan.
"Untuk sementara lapangan menembak tersebut tidak bisa digunakan dulu sampai ada investigasi lanjutan terkait evaluasi tanggul, sistem keamanan, atau kemungkinan rehabilitasi lapangan tembak," katanya.
Kodam XX/TIB juga membuka peluang melakukan perubahan besar terhadap fasilitas tersebut apabila hasil evaluasi mengharuskannya.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengubah lapangan tembak terbuka menjadi fasilitas tertutup atau indoor guna meminimalkan risiko kejadian serupa.
"Bisa jadi nanti dibuat lapangan indoor atau tertutup agar benar-benar safety," ungkapnya.
Selain itu, pemindahan lokasi latihan ke kawasan yang dinilai lebih aman juga menjadi alternatif yang sedang dikaji.
Taufiq menjelaskan latihan menembak yang berlangsung saat insiden terjadi merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan personel TNI.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana uji kemampuan prajurit yang dipersiapkan mengikuti kompetisi menembak.
"Latihan kemarin merupakan uji kemampuan dalam rangka persiapan mengikuti kompetisi," pungkasnya.(*)
Editor :Andry