Arus Mudik Lebaran 2026, Polda Sumbar Terapkan One Way di Lembah Anai
rekayasa lalu lintas di lembah Anai.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - Polda Sumatera Barat menyiapkan rekayasa lalu lintas ketat di jalur Padang–Bukittinggi saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan fokus utama di kawasan Lembah Anai yang kapasitas jalannya belum pulih sepenuhnya pascabencana.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol M Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan sistem satu arah atau one way akan diterapkan secara bergantian untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan pada Kamis.
"Kawasan Lembah Anai menjadi perhatian khusus karena kapasitas jalannya belum kembali 100 persen sehingga kami siapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan," ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi akan melintas melalui jalur utama Lembah Anai–Silaing pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Sementara arus dari arah Bukittinggi menuju Padang akan diberlakukan pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Selain skema one way, kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas situasional atau dynamic traffic management yang memungkinkan perubahan pola secara langsung sesuai kondisi lapangan.
Penyesuaian dilakukan secara real time melalui koordinasi petugas di lapangan dan pos terpadu bersama Dinas Perhubungan.
"Penyesuaian akan dilakukan secara real time melalui koordinasi petugas di lapangan dan pos terpadu sehingga potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat," katanya.
Untuk mendukung rekayasa tersebut, pos pengamanan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Padang Panjang, Padang Tarok, Lembah Anai, Simpang Padang Luar, Sicincin, dan Simpang Ombilin Singkarak.
Polda Sumbar juga menerapkan clearance time atau waktu steril selama 30 menit dalam sistem buka tutup jalan sepanjang sekitar 20 kilometer guna memastikan ruas benar-benar kosong sebelum arus berikutnya dibuka.
Langkah itu dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan di jalur sempit dan rawan.
Selain pengaturan manual, kepolisian memanfaatkan drone dan sistem kecerdasan buatan yang terhubung dengan Regional Traffic Management Center untuk mendeteksi potensi kemacetan beberapa menit sebelum terjadi kepadatan statis.
"Dengan teknologi ini kami bisa mendeteksi potensi bottleneck lebih cepat sehingga petugas dapat segera melakukan pengaturan di lapangan," jelasnya.
Sementara itu jalur Malalak belum difungsikan sebagai jalur utama rekayasa arus mudik karena masih berstatus siaga darurat dan rawan longsor saat hujan lebat.
"Kami mengimbau pengendara tetap berhati-hati jika melintas di jalur tersebut karena kondisi geografisnya masih rawan," ungkapnya.
Polda Sumbar berharap penerapan sistem one way dan dukungan teknologi pemantauan dapat membuat arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Sumatera Barat berjalan lancar dan aman.(*)
Editor :Andry