BPS Sumbar Sebut Inflansi Tertinggi Terjadi di Bukittinggi
Kantor BPS Sumbar di jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), mencatat pada Februari 2026, terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,45. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 5,17 persen dengan IHK sebesar 111,43 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 3,81 persen dengan IHK sebesar 112,90.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan, secara month to month (m-to-m), Provinsi Sumbar bulan Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, sehingga Februari 2026, deflasi year to date (y-to-d) mengalami sebesar 0,85 persen.
BPS juga mencatat bahwa, Januari 2026 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 6.106 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 13,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
dedangkan tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar Januari 2026 adalah sebesar 39,05 persen, mengalami penurunan sebesar 4,39 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya.
"TPK hotel non bintang di Sumbar pada Januari 2026 adalah sebesar 14,40 persen, turun 0,35 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,21 malam, turun 0,03 malam dibandingkan bulan sebelumnya, dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sumatera Barat pada Januari 2026 mencapai 1.690.551 perjalanan, naik 0,98 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,"imbuhnya.
Selain itu, untuk jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari BIM Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah penumpang angkutan udara yang datang di BIM pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri Sumatera Barat pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 17,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut dalam negeri Sumatera Barat pada Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya,"tuturnya.
Dan jumlah penumpang kereta api pada Januari 2026 pada kelas ekonomi lokal mengalami peningkatan sebesar 1,41 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara nilai ekspor Provinsi Sumbar pada Januari 2026 sebesar US$312,63 juta atau turun sebesar 2,70 persen dibanding Desember 2025. Nilai ekspor Provinsi Sumatera Barat pada Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 104,03 persen dibanding Januari 2025.
"Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan lemak & minyak hewani /nabati (HS 15) US$279,92 juta (naik 140,08 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan buah-buahan (HS 08) US$2,21 juta (turun 40,05 persen)," tandasnya.
Nilai impor Provinsi Sumbar Januari 2026 mencapai US$48,62 juta atau turun 40,82 persen dibanding Desember 2025,namun untuk nilai impor Provinsi Sumbar Januari 2026 mengalami peningkatan 32,00 persen dibandingkan Januari 2025.(*)
Editor :Andry