Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Saat Ramadan, Blood Moon Hiasi Langit Indonesia Jelang Buka Puasa
Fenomena Gerhana Bulan Total.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - Fenomena Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa dan bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sehingga menghadirkan pemandangan langka Blood Moon atau bulan berwarna merah darah.
Peristiwa astronomi ini diprediksi dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia termasuk Sumatera Barat dengan puncak gerhana terjadi saat masyarakat di wilayah barat Indonesia bersiap atau sedang melaksanakan buka puasa.
Berdasarkan jadwal resmi, fase gerhana total dimulai pukul 18.04 WIB dan mencapai puncak pada 18.34 WIB serta berakhir sekitar pukul 19.02 WIB sementara seluruh rangkaian gerhana selesai pada 20.17 WIB.
Untuk zona WIB gerhana sebagian mulai pukul 16.50 WIB, gerhana total mulai 18.04 WIB, puncak gerhana 18.34 WIB, gerhana total berakhir 19.02 WIB dan gerhana sebagian berakhir 20.17 WIB.
Untuk zona WITA gerhana sebagian mulai pukul 17.50 WITA, gerhana total mulai 19.04 WITA, puncak gerhana 19.34 WITA, gerhana total berakhir 20.02 WITA dan gerhana sebagian berakhir 21.17 WITA.
Untuk zona WIT gerhana sebagian mulai pukul 18.50 WIT, gerhana total mulai 20.04 WIT, puncak gerhana 20.34 WIT, gerhana total berakhir 21.02 WIT dan gerhana sebagian berakhir 22.17 WIT.
Secara teknis gerhana telah dimulai sejak fase penumbra pukul 15.43 WIB namun fase awal ini sulit terlihat karena Bulan masih dalam kondisi terang.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi menegaskan gerhana bulan total sepenuhnya aman untuk diamati secara langsung tanpa alat pelindung khusus.
"Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati tanpa alat pelindung khusus dan Bulan akan tampak kemerahan serta bisa dipotret menggunakan kamera ponsel maupun kamera profesional," ujarnya.
Pengamatan resmi akan dipusatkan di Masjid Raya Syech Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau Masjid Raya Sumbar di Kota Padang dengan penyediaan teleskop bagi masyarakat mulai selepas salat Asar.
Selain observasi ilmiah, umat Muslim juga dianjurkan melaksanakan salat gerhana atau khusuf secara berjemaah sebagai bagian dari momentum spiritual Ramadan.
Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi.
Fenomena Blood Moon muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi di mana cahaya biru tersaring sementara cahaya merah diteruskan ke permukaan Bulan sehingga menciptakan warna kemerahan dramatis.
Wilayah barat dan tengah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara dapat menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.
Sementara wilayah timur seperti Maluku dan Papua hanya dapat menyaksikan fase akhir karena Bulan terbit saat gerhana sudah berlangsung.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca berpotensi memengaruhi keterlihatan fenomena ini terutama di sebagian wilayah Sumatera Barat yang diprakirakan berpotensi hujan pada Selasa sore.
"Kami berharap saat puncak gerhana langit tetap cerah sehingga masyarakat dapat menyaksikannya dengan optimal," katanya.
Masyarakat diimbau memeriksa prakiraan cuaca sebelum melakukan pengamatan dan mengikuti jadwal fase gerhana sesuai zona waktu masing-masing agar tidak melewatkan momen langka Gerhana Bulan Total saat Ramadan ini.(*)
Editor :Andry