Flyover Sitinjau Lauik Capai Progres 18,5 Persen, Pembebasan Lahan Rampung
Proyek pengerjaan Flyover Sitinjau Lauik
SIGAPNEWS.CO ID | PADANG – Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik memasuki tahap penting setelah seluruh lahan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut resmi diserahkan 100 persen kepada PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku badan usaha pelaksana.
Kepastian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya pengguna jalur Padang–Solok yang selama ini harus melintasi kawasan Sitinjau Lauik, salah satu ruas jalan paling ekstrem dan rawan kecelakaan di Pulau Sumatera.
Sekretaris Perusahaan PT HPSL, Lenardo Putra, menjelaskan proses penyerahan lahan dilakukan secara bertahap. Dari 77 persen pada pertengahan April 2026, meningkat menjadi 95 persen di akhir April, hingga akhirnya tuntas 100 persen pada 12 Mei 2026.
Dengan rampungnya pembebasan lahan, pekerjaan konstruksi kini dapat berjalan lebih optimal. Hingga saat ini progres pembangunan flyover telah mencapai sekitar 18,5 persen. Sejumlah pekerjaan seperti penggalian badan jalan, pemasangan tiang pancang jembatan, dan pembangunan struktur awal sudah terlihat di lokasi proyek.
Flyover Sitinjau Lauik merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus transportasi dan distribusi logistik di Sumatera Barat.
Dalam perencanaannya, flyover akan terdiri dari empat jembatan dan lima ruas jalan penghubung yang membentang dari kawasan Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan yang selama bertahun-tahun kerap terjadi akibat tanjakan curam dan tikungan tajam di jalur Sitinjau Lauik.
Meski pemerintah sebelumnya menargetkan proyek selesai pada Oktober 2027, jadwal tersebut berpotensi mengalami penyesuaian karena proses pembebasan lahan yang baru rampung pada Mei 2026. Saat ini pihak HPSL bersama kontraktor masih melakukan evaluasi dan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait kebutuhan tambahan waktu pelaksanaan.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya menjadi harapan besar untuk mewujudkan jalur transportasi yang lebih aman, lancar, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.(*)
Editor :Andry