BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi untuk Perairan Sumbar
Ilustrasi gelombang tinggi
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG - BMKG Padang merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang melanda sejumlah titik di perairan Sumatera Barat (Sumbar) hingga Jumat (20/2/2026).
Angin kencang yang bertiup dari arah Barat Laut hingga Utara memicu kenaikan tinggi ombak secara signifikan di wilayah pesisir maupun kepulauan.
Pihak prakirawan BMKG memperingatkan bahwa gelombang tinggi di perairan Sumbar kali ini berisiko bagi keselamatan pelayaran.
"Angin bertiup dari Barat Laut - Utara dengan kecepatan 5 - 25 knots. Secara umum kondisi cuaca di perairan Sumbar hujan ringan hingga hujan sedang," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Potensi gelombang tinggi mencapai 1.25 hingga 2.5 meter membayangi wilayah perairan Sumbar seperti Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, hingga perairan Padang Pariaman.
Kondisi ini sangat berbahaya bagi perahu nelayan jika kecepatan angin menyentuh 15 knot.
Selain itu, ancaman lebih besar mengintai wilayah Kepulauan Mentawai. BMKG mencatat gelombang tinggi antara 2.5 hingga 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Pagai, dan Perairan Barat Sipora.
BMKG memberikan saran keselamatan agar kapal ferry tidak memaksakan berlayar jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang menyentuh 2.5 meter.
Kapal tongkang juga diminta waspada terhadap risiko angin kencang yang bisa mengganggu stabilitas kapal di tengah laut.
Masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut harus terus memantau pembaruan informasi gelombang tinggi di perairan Sumbar.
BMKG meminta semua pihak mematuhi saran keselamatan pelayaran guna menghindari kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.(*)
Editor :Andry