Sebaran Abu Gunung Marapi Capai 11 Ribu Feet dan Bergerak ke Timur, BMKG Pantau Jalur Penerbangan
Pantauan penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG PANJANG - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi terus dipantau intensif oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada Rabu (18/2/2026).
Laporan pusat pemantauan abu vulkanik Volcanic Ash Advisory Centre Darwin mencatat abu terdeteksi naik hingga 11.000 feet dan bergerak ke arah timur dari sumber letusan.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau Decky Irmawan menyebut pembaruan data menunjukkan pergerakan abu terjadi dalam beberapa jam setelah erupsi terekam.
"Sebaran debu abu vulkanik teramati di ketinggian sekitar 11.000 feet dengan arah gerak ke timur dan kecepatan angin sekitar 15 knot serta intensitasnya makin melemah," kata Decky.
Analisis arah angin di lapisan atmosfer menunjukkan abu cenderung mengarah ke wilayah Tanah Datar dan daerah sekitarnya.
Perubahan arah dan konsentrasi abu masih mungkin terjadi karena dipengaruhi dinamika angin di lapisan atas.
"Untuk sementara kecenderungan mengarah ke Tanah Datar namun kami terus memantau perubahan arah angin dan ketebalan abu," ujarnya.
BMKG juga berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk mengantisipasi dampak abu terhadap jalur udara di sekitar Bandara Internasional Minangkabau.
Partikel abu di ketinggian tertentu dinilai berisiko mengganggu operasional penerbangan jika masuk ke koridor lalu lintas pesawat.
"Kami terus sinkronkan data dengan pihak terkait karena informasi VAAC menjadi acuan utama untuk mitigasi ruang udara," ucapnya.
Erupsi gunung terjadi pada pagi hari dan terekam di alat seismograf pos pengamatan setempat.
Data pengamatan mencatat amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter dengan durasi sekitar setengah menit saat letusan berlangsung.
Status aktivitas gunung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada menurut otoritas vulkanologi.
Rekomendasi dari PVMBG meminta warga tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di kawah utama.
BMKG mengingatkan potensi hujan abu bisa terjadi di wilayah yang berada di jalur sebaran sehingga warga diminta menyiapkan masker.
"Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya, dan mengikuti rilis resmi lembaga terkait," tutup Decky.(*)
Editor :Andry