Remaja Hanyut di Sungai Liku Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian
Petugas SAR dari BPBD Pesisir Selatan evakuasi jasad remaja bernama Aska usia 13 tahun yang hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (17/2/2026) pagi.
SIGAPNEWS.CO.ID | PESISIR SELATAN - Tim SAR gabungan menemukan jasad remaja bernama Aska usia 13 tahun yang hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (17/2/2026) pagi.
Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian di aliran Sungai Liku dengan kondisi meninggal dunia pada hari Selasa sekitar pukul 07.30 WIB.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Hendri menyebut lokasi penemuan berada sekitar 4,22 kilometer dari titik terakhir korban terlihat.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 4,22 kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat,” katanya.
Jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka di Kelok Koto Langang, Nagari Sungai Liku.
Operasi pencarian oleh tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang bersama unsur gabungan kemudian diusulkan untuk ditutup setelah seluruh personel melakukan debriefing di lokasi pada hari Selasa.
Peristiwa hanyutnya korban bermula saat korban mandi bersama rekan-rekannya di Sungai Liku pada hari Sabtu sore.
Korban dilaporkan tidak muncul kembali ke permukaan setelah sekitar 15 menit sehingga dinyatakan hilang oleh warga.
Laporan kejadian diterima petugas SAR dari BPBD Pesisir Selatan pada hari Minggu pagi dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim.
Tim siaga SAR dari Pesisir Selatan diberangkatkan melalui jalur darat dengan jarak tempuh lebih dari 60 kilometer menuju lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 52 personel gabungan dari SAR, kepolisian, BPBD, perangkat nagari, dan puluhan warga yang menyisir aliran sungai.
“Pencarian dilakukan dengan penyisiran darat dan air menggunakan peralatan deteksi serta perahu karet,” ujar Hendri.
Peralatan yang digunakan dalam operasi meliputi Aqua Eye, perahu LCR, serta perlengkapan evakuasi dan medis untuk mendukung proses pencarian korban hanyut.
Tim menghadapi kendala blank spot atau area tanpa sinyal di sekitar lokasi sehingga komunikasi lapangan menjadi terbatas selama operasi berlangsung. (*)
Editor :Andry