Syofian Hendri Ajak Tokoh Masyarakat Dapil VI Cerdas Berpolitik demi Kesejahteraan Rakyat
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, AP., M.Si. dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Syofian Hendri, S.Pdi.MM. bersama peserta Pendidikan Politik lainnya foto bersama.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan. Jika dikelola oleh orang yang tepat, politik dapat menjadi jalan perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) VI Sumatera Barat yang digelar anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Syofian Hendri, S.Pdi.MM.
Kegiatan ini menyasar tokoh masyarakat yang berasal dari wilayah Dapil VI Sumatera Barat, meliputi Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto.
Acara yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, AP., M.Si.
Dalam sambutannya, Mursalim menyampaikan apresiasi terhadap langkah Syofian Hendri yang telah menginisiasi kegiatan pendidikan politik bagi para tokoh masyarakat di daerah pemilihannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen anggota DPRD dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
“Ini bentuk nyata komitmen anggota dewan dalam mengayomi masyarakat di daerah pemilihannya,” ujar Mursalim.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan menyerap setiap materi yang disampaikan, sehingga pengetahuan yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Syofian Hendri: Jangan Sampai Masyarakat Hanya Jadi Penonton Politik
Memasuki sesi materi, Syofian Hendri menekankan pentingnya masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik.
Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya penting bagi mereka yang terjun langsung ke dunia politik, tetapi juga bagi generasi muda, ninik mamak, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Masyarakat, kata Syofian, harus memahami bahwa politik memiliki ruang yang sangat luas dalam kehidupan sehari-hari. Politik seharusnya menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mencapai tujuan yang mulia.
“Politik adalah cara untuk mencapai tujuan mulia untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong para tokoh masyarakat untuk terus meningkatkan literasi dan kesadaran politik, sehingga dapat ikut memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.
Berangkat dari Nol, Syofian Hendri Jadikan Politik sebagai Jalan Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Syofian Hendri juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan politik yang dilaluinya.
Ia memulai karier politik dari nol hingga akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Sijunjung selama dua periode. Kini, amanah tersebut berlanjut dengan kepercayaan masyarakat yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari materi yang disampaikannya kepada peserta.
Syofian mengibaratkan politik seperti sebuah pisau. Di tangan orang yang tepat, pisau dapat digunakan untuk memberikan manfaat. Namun sebaliknya, jika berada di tangan orang yang tidak tepat, benda tersebut justru dapat mendatangkan mudarat.
Begitu pula dengan politik. Menurutnya, politik harus dijalankan dengan niat, integritas dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Dialog Interaktif, Peserta Semakin Antusias
Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi dialog dan tanya jawab.
Para peserta terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari persoalan politik di tengah masyarakat hingga bagaimana peran tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran politik yang sehat.
Sesi dialog tersebut membuat kegiatan tidak berjalan satu arah. Peserta diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan maupun pengalaman yang mereka temui di tengah masyarakat.
Antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa pendidikan politik masih sangat dibutuhkan, terutama untuk membangun masyarakat yang kritis, cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi politik yang tidak benar.
Melalui kegiatan tersebut, Syofian Hendri berharap para peserta tidak hanya memahami politik secara teori, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi politik di tengah masyarakat.
Sebab, menurutnya, demokrasi yang sehat tidak cukup hanya dibangun oleh para politisi, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat yang memahami hak, kewajiban dan tanggung jawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari Dapil VI Sumatera Barat, pendidikan politik pun diharapkan menjadi jalan untuk melahirkan masyarakat yang semakin cerdas dalam menentukan arah pembangunan dan memilih pemimpin yang benar-benar mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
Editor :Andry