Tiga dari Lima Usulan Terealisasi, Andre Rosiade dan BPJN Tinjau Jembatan Gantung Koto Rawang
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat meninjau kondisi infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat didampingi oleh Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi.
SIGAPNEWS.CO.ID | PESISIR SELATAN — Upaya memperkuat konektivitas masyarakat pascabencana di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai membuahkan hasil. Dari lima usulan pembangunan jembatan gantung yang diajukan, tiga di antaranya kini telah berhasil direalisasikan.
Salah satunya adalah Jembatan Gantung Koto Rawang, Kanagarian Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, yang kini telah rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan sepanjang sekitar 100 meter tersebut dibangun selama kurang lebih delapan bulan, sejak Januari 2026. Saat ini, jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan dalam kondisi darurat dapat digunakan sebagai akses mobil ambulans.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi atau yang akrab disapa Andi, meninjau langsung keberadaan Jembatan Gantung Koto Rawang, Kamis (20/8/2026).
Andre mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya merealisasikan usulan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Pesisir Selatan, terutama setelah daerah tersebut terdampak bencana.
“Dari lima jembatan gantung yang diusulkan, alhamdulillah tiga jembatan sudah bisa kita realisasikan. Salah satunya yang sekarang kita kunjungi adalah Jembatan Gantung Koto Rawang,” ujar Andre.
Ia menyebutkan, Jembatan Gantung Koto Rawang memiliki panjang sekitar 100 meter. Sementara anggaran untuk pembangunan bagian bawah jembatan mencapai sekitar Rp7,5 miliar.
Menurut Andre, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya mengembalikan akses dan mobilitas masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.
“Yang paling utama adalah bagaimana infrastruktur ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini menjadi akses penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, pertanian dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Andre juga berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, yang akrab disapa Andi, mengatakan pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan konektivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan ini sudah selesai dibangun dan sekarang bisa dimanfaatkan masyarakat. Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Andi.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan jembatan dengan baik sekaligus ikut menjaga kondisi dan keselamatannya.
“Yang paling penting, jembatan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan konektivitas antarwilayah kembali berjalan dengan baik,” tuturnya.
Bagi masyarakat Koto Rawang, selesainya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik. Warga mengaku keberadaan jembatan sangat membantu mobilitas, terutama untuk menunjang akses dan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Andre Rosiade yang telah memperjuangkan dan mengupayakan pembangunan jembatan gantung ini. Jembatan ini sangat membantu masyarakat Koto Rawang, terutama untuk akses dan aktivitas sehari-hari,” ujar salah seorang warga.
Dengan rampungnya Jembatan Gantung Koto Rawang, masyarakat kini memiliki akses penyeberangan yang lebih mudah dan aman. Realisasi tiga dari lima usulan jembatan gantung tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan infrastruktur dan konektivitas masyarakat Pesisir Selatan pascabencana.(*)
Editor :Andry