Festival Tangsi 2026 Angkat Potensi Seni, Budaya Multikultur dan Kuliner Tempo Dulu Sawahlunto
Anggota DPRD Sawahlunto Fraksi PPP Nurilman.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO – Semangat pemajuan kebudayaan berbasis kolaborasi masyarakat kembali digaungkan di Kota Sawahlunto melalui Festival Tangsi 2026. Kegiatan yang lahir dari inisiatif warga Tangsi Baru tersebut akan digelar pada 27 hingga 29 Agustus 2026 dengan menghadirkan beragam potensi seni, budaya multikultur hingga kuliner tempo dulu khas kawasan Tangsi Baru.
Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, masyarakat, pemerintah, legislatif, media dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghidupkan kembali potensi budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Event tersebut merupakan gagasan yang berangkat dari masyarakat Tangsi Baru dan kemudian diakomodasi melalui pokok pikiran anggota DPRD Kota Sawahlunto yang akrab disapa “Uwak Ilman”, serta difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto.
Beragam pertunjukan seni dan budaya akan menjadi daya tarik utama festival. Pengunjung nantinya dapat menyaksikan musik keroncong, pertunjukan kuda kepang, tari Galombang, tarian Tor Tor hingga pentas seni yang melibatkan pelajar.
Tak hanya pertunjukan seni, Festival Tangsi 2026 juga akan menampilkan potensi kerajinan dan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tangsi Baru. Di antaranya kerajinan batu bara serta makanan tempo dulu seperti getuk dan tiwul.
Keberagaman sajian tersebut sekaligus memperlihatkan karakter Tangsi Baru sebagai kawasan yang memiliki latar belakang masyarakat multikultur dengan kekayaan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat.
Ketua pelaksana bersama masyarakat Tangsi Baru terus mematangkan berbagai persiapan agar pelaksanaan festival dapat berjalan dengan baik. Salah satu tahapan persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat SDN 10 Tanah Lapang, Kota Sawahlunto.
Dalam rapat tersebut hadir Anggota DPRD Sawahlunto Nurilman Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto Syukri, Lurah Tanah Lapang Kecamatan Lembaga Segar Kota Sawahlunto serta pihak-pihak terkait membahas berbagai kebutuhan dan kesiapan pelaksanaan festival, termasuk keterlibatan masyarakat serta potensi seni budaya yang akan ditampilkan.
Festival Tangsi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan, merawat dan mengembangkan kebudayaan lokal. Kolaborasi berbagai unsur diharapkan mampu menjadikan festival sebagai ruang ekspresi bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Sawahlunto.
Dengan mengangkat seni, tradisi, kerajinan dan kuliner tempo dulu, Festival Tangsi 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman budaya yang menarik bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya
Anggota DPRD Kota Sawahlunto dari Fraksi PPP, Nurilman mengatakan Festival Tangsi 2026 merupakan bentuk nyata dukungan terhadap aspirasi masyarakat, khususnya dalam menjaga dan mengembangkan potensi budaya yang ada di lingkungan Tangsi Baru.
“Festival ini berawal dari gagasan dan keinginan masyarakat. Kami di legislatif berupaya mengakomodasi aspirasi tersebut melalui pokok pikiran, karena kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat,” ujar Hilman.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang bersama bagi masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak untuk berkolaborasi.
“Kita ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ini. Pemerintah dan legislatif memberikan dukungan, sementara komunitas dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghidupkan festival,” katanya.
Hilman berharap Festival Tangsi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Harapan kita Festival Tangsi ini bisa menjadi agenda budaya yang terus berkembang setiap tahun. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga dapat memperkenalkan Tangsi Baru dan Kota Sawahlunto kepada masyarakat yang lebih luas,” tuturnya.
Sementara Itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Syukri, mengatakan Festival Tangsi 2026 merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali berbagai potensi seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar kegiatan pertunjukan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan memperkenalkan kekayaan budaya yang mereka miliki. Kita ingin budaya yang ada di Tangsi Baru tetap hidup, berkembang dan bisa diwariskan kepada generasi muda,” ujar Syukri.
Menurutnya, keberagaman kesenian dan kuliner yang ditampilkan menjadi gambaran kuat tentang kehidupan masyarakat Tangsi yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.
“Kita melihat ada keroncong, kuda kepang, tari Galombang, Tor Tor, kesenian sekolah hingga kuliner tradisional seperti getuk dan tiwul. Ini menunjukkan bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan yang harus kita rawat bersama,” katanya.
Syukri menambahkan, Dinas Kebudayaan siap memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan di Kota Sawahlunto.(*)
Editor :Andry