Sarijanus Kahar Perketat Pengawasan Proyek Jalan, Turlap Kedua Tunggu Progres 60 Persen
Anggota DPRD Sawahlunto Fraksi Golkar A. Sarijanus Kahar.
SIGAPNEWS.CO.ID | SAWAHLUNTO – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Sawahlunto, A. Sarijanus Kahar, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Katik Janus, menegaskan komitmennya memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalan di Kota Sawahlunto.
Penegasan itu disampaikan Sarijanus saat mengikuti kunjungan lapangan (turlap) Komisi III DPRD Sawahlunto bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memantau pengerjaan sejumlah ruas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat, Selasa (18/8/2026).
Dalam turlap tersebut, Sarijanus menyoroti sejumlah aspek teknis pekerjaan, terutama kualitas pembangunan jalan dan ketersediaan saluran drainase. Menurutnya, pembangunan jalan harus dilakukan secara menyeluruh agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia meminta pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga memperhatikan sistem drainase. Saluran air harus mampu menampung dan mengalirkan debit air dengan baik, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Jangan hanya jalan yang kita perhatikan. Drainasenya juga harus mampu menampung debit air yang lebih besar ketika hujan, sehingga air tidak menggenangi badan jalan dan umur jalan bisa lebih panjang, seperti di Kumbayau dan jalan dekat perumahan santur itu," ujar Sarijanus.
Perhatian Sarijanus terhadap detail pekerjaan konstruksi tidak terlepas dari pengalamannya sebelum menjadi anggota DPRD Sawahlunto. Katik Janus telah lama berkecimpung di dunia jasa konstruksi sebagai kontraktor atau rekanan.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, termasuk gambar teknis, volume pekerjaan, spesifikasi serta mutu hasil pekerjaan.
Karena itu, Sarijanus berharap setiap kegiatan turlap DPRD didukung dengan bahan teknis yang lengkap dari Dinas PUPR. Data tersebut diperlukan sebagai acuan bagi anggota dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kita turun ke lapangan seharusnya ada bahan yang akan menjadi acuan kita ketika meninjau proyek tersebut. Misalnya gambarnya seperti apa, volumenya berapa dan speknya apa saja. Ke depan kami berharap Dinas PUPR mempersiapkan bahan tersebut ketika kami melakukan turlap,” katanya.
Menurut Sarijanus, kelengkapan data teknis akan membuat proses pengawasan menjadi lebih objektif. Kondisi pekerjaan yang ditemukan di lapangan dapat langsung dibandingkan dengan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Ia mengatakan, turlap kedua akan dilakukan ketika bobot atau progres pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen. Pada tahapan tersebut, Komisi III akan kembali turun ke lapangan untuk melihat perkembangan pekerjaan secara langsung.
“Untuk turlap kedua nanti, kita akan melihat langsung pekerjaan dua paket jalan di Nagari Lumindai. Kita ingin melihat bagaimana progres pekerjaannya dan apakah pelaksanaannya sudah sesuai dengan perencanaan serta spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Katik Janus.
Sebagai legislator asal Nagari Lumindai, Sarijanus menilai pengawasan terhadap pembangunan jalan di wilayah tersebut menjadi bagian penting dari fungsi DPRD. Ia ingin memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga meminta Dinas PUPR mempersiapkan bahan tertulis pada turlap berikutnya, seperti gambar pekerjaan, volume, spesifikasi teknis dan perkembangan progres masing-masing paket pekerjaan.
“Dengan adanya bahan-bahan tersebut, kami di DPRD bisa melakukan fungsi kontrol dengan lebih baik. Jadi apa yang kami lihat di lapangan bisa dibandingkan dengan perencanaan dan spesifikasi pekerjaan,” ujarnya.
Sarijanus menegaskan, pengawasan tidak hanya bertujuan melihat apakah pekerjaan berjalan atau tidak, tetapi juga memastikan kualitas hasil pembangunan. Menurutnya, infrastruktur jalan yang dibangun dengan anggaran daerah harus memenuhi standar mutu dan memiliki umur layanan yang baik.
“Yang paling penting hasil pekerjaan ini benar-benar memperhatikan mutu dan kualitas. Jangan sampai jalan yang baru selesai dikerjakan cepat mengalami kerusakan. Kita ingin pembangunan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam waktu yang lama,” tegasnya.
Dengan rencana turlap kedua pada saat progres pekerjaan mencapai 60 persen, Sarijanus berharap pengawasan Komisi III dapat dilakukan secara bertahap dan lebih terukur. Dua paket pekerjaan jalan di Nagari Lumindai akan menjadi salah satu sasaran pemantauan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis dan mengutamakan kepentingan masyarakat.(*)
Editor :Andry