Lahan 5.000 Meter Persegi Jadi Andalan Polres Tapin Dorong Produktivitas Jagung
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, S.H., S.I.K., M.I.K., ikut memanen jagung.
SIGAPNEWS.CO.ID | TAPIN – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia. Hal itu ditunjukkan Polres Tapin melalui pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi untuk budidaya jagung.
Hasilnya terlihat dalam Panen Raya Jagung Polres Tapin yang digelar Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama jajaran kepolisian dan sejumlah instansi terkait.
Jagung yang dipanen merupakan jenis jagung pipil atau jagung pakan. Lahan tersebut dikelola sebagai bagian dari dukungan Polres Tapin terhadap program swasembada pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.
Panen raya itu turut dihadiri Wakapolres Tapin, para Pejabat Utama Polres Tapin, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Kabupaten Tapin, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (HUTBUN), Lurah Bitahan serta Kelompok Tani Karya Membangun.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menegaskan, pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan secara konkret untuk mendukung ketersediaan pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani dalam mendukung terwujudnya swasembada jagung,” ujar Weldi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Polres Tapin akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan kelompok tani.
Polri melalui jajaran kewilayahan, lanjutnya, juga akan terus memberikan dukungan terhadap program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk pendampingan serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.
Selain menjadi momentum panen, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan kelompok tani. Petani diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian.
Optimalisasi lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut menjadi contoh bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan. Kedepan, sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas kontribusi sektor pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Tapin.(")
Editor :Andry