Seluruh Jemaah Kloter 1 Embarkasi Padang Wukuf di Arafah, Semua Jemaah Ikut Puncak Haji
Kloter 1 Embarkasi Padang (PDG 01) yang berjumlah 391 menempati tenda Arafah.
SIGAPNEWS.CO.ID | ARAFAH -- Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia mulai bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, puncak rangkaian ibadah haji yang menjadi rukun terpenting dalam pelaksanaan haji. Pada Senin (25/5/2026) yang bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 Hijriah (Hari Tarwiyah), para jemaah secara bertahap diberangkatkan dari pemondokan menuju tenda-tenda di Arafah sebagai persiapan menghadapi puncak ibadah haji.
Tahun ini, Indonesia memberangkatkan sekitar 221.000 jemaah haji yang terdiri dari jemaah reguler dan jemaah haji khusus. Seluruh jemaah Indonesia mengikuti pergerakan menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf yang akan berlangsung pada 9 Zulhijah, momentum yang menjadi inti dari pelaksanaan ibadah haji.
Di antara rombongan tersebut, Kloter 1 Embarkasi Padang (PDG 01) yang berjumlah 391 jemaah juga telah diberangkatkan dari hotel menuju kawasan Arafah. Setibanya di lokasi, seluruh jemaah ditempatkan pada dua tenda yang telah disiapkan oleh syarikah. Sebanyak 282 jemaah menempati Tenda Arafah 1, sedangkan 109 jemaah lainnya ditempatkan di Tenda Arafah 2. Penempatan tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan pelayanan selama pelaksanaan wukuf.
Ketua Kloter 1 Embarkasi Padang, Dian Khairaty, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pergerakan jemaah menuju Arafah. Menurutnya, seluruh jemaah PDG 01 berhasil diberangkatkan dan dapat mengikuti wukuf di Arafah.
"Alhamdulillah, seluruh jemaah Kloter 1 Embarkasi Padang dapat melaksanakan wukuf di Arafah. Meskipun ada beberapa jemaah yang kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, namun dengan pendampingan petugas kesehatan dan dukungan seluruh petugas kloter, mereka tetap dapat diberangkatkan sehingga dapat mengikuti puncak ibadah haji bersama jemaah lainnya," ujar Dian Khairaty.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran seluruh jemaah di Arafah merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi petugas kloter maupun keluarga jemaah di Tanah Air. Pasalnya, wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan dan menjadi penentu sahnya ibadah haji seseorang.
Selain memastikan kelancaran pergerakan jemaah, petugas kloter juga terus memberikan pendampingan kepada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Tim kesehatan turut bersiaga selama 24 jam untuk memantau kondisi jemaah, memberikan pelayanan medis, serta mengantisipasi gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang melanda kawasan Arafah.
Suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti tenda-tenda jemaah Indonesia. Sejak tiba di Arafah, banyak jemaah memanfaatkan waktu dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, melaksanakan salat sunnah, berdoa, dan bermuhasabah. Mereka memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, bangsa Indonesia, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT di tempat yang menjadi saksi berkumpulnya jutaan kaum muslimin dari seluruh dunia.
Petugas kloter juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebihan, serta memanfaatkan waktu wukuf untuk memperbanyak doa dan ibadah. Berbagai pengarahan diberikan agar jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak haji dengan tertib, aman, dan nyaman.
Setelah pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijah, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan kerikil yang akan digunakan dalam prosesi lempar jumrah. Selanjutnya, mereka akan bergerak ke Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah, mabit di Mina, serta menyempurnakan rangkaian ibadah haji lainnya sesuai tuntunan syariat.
Dengan seluruh 391 jemaah Kloter 1 Embarkasi Padang berhasil hadir di Padang Arafah dan terbagi dalam 282 jemaah di Tenda Arafah 1 serta 109 jemaah di Tenda Arafah 2, para petugas berharap seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar. Mereka juga mendoakan agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.(*)
Editor :Andry