Bupati Welly Serukan Perempuan Adat Jadi Garda Penjaga Moral Generasi Pada Pengukuhan Bundo Kanduang
Bupati Pasaman Welly Suhery hadiri acara pengukuhan Kepengurusan Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Kecamatan se-Kabupaten Pasaman periode 2026–2030 di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Jumat (22/5/2026).
SIGAPNEWS.CO.ID | PASAMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman menegaskan komitmennya memperkuat peran perempuan adat dalam menjaga ketahanan keluarga dan nilai budaya Minangkabau.
Hal itu dipertegas Bupati Pasaman Welly Suhery saat acara pengukuhan Kepengurusan Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Kecamatan se-Kabupaten Pasaman periode 2026–2030 yang berlangsung khidmat di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Jumat (22/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery menekankan bahwa keberadaan Bundo Kanduang bukan sekadar simbol adat, melainkan kekuatan sosial yang memiliki peran penting dalam menjaga moral dan karakter generasi muda.
“Di tengah berbagai persoalan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga lunturnya adab dan sopan santun, peran Bundo Kanduang menjadi sangat strategis,” ujar Bupati Welly.
Menurutnya, perempuan adat Minangkabau memiliki posisi mulia sebagai penjaga nilai, pendidik keluarga, sekaligus penguat ketahanan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta hadir memberikan dukungan penuh terhadap organisasi Bundo Kanduang di seluruh tingkatan.
Bupati Welly juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk aktif melakukan pembinaan, pendampingan, serta memperkuat koordinasi agar program-program Bundo Kanduang mampu berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Kabupaten Pasaman, Silfia Triza, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pasaman terhadap eksistensi perempuan adat di Pasaman.
Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah adat dan masa depan generasi muda Pasaman.
“Bundo Kanduang dalam adat Minangkabau ditempatkan sebagai limpapeh rumah nan gadang. Dari tangan seorang ibu lahir pendidikan pertama, akhlak pertama, dan pembentukan karakter bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Silfia berharap keberadaan Bundo Kanduang hingga tingkat kecamatan dan nagari mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai adat, mencegah berbagai persoalan sosial, serta mendukung terwujudnya visi “Pasaman Bangkit” yang beriman, bertakwa, dan berbudaya berdasarkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Kegiatan yang dihadiri ratusan anggota Bundo Kanduang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pasaman itu berlangsung penuh semangat kebersamaan dan menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi perempuan adat dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berbudaya.
Acara dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery ini bersama jajaran OPD dilingkungan Pemkab Pasaman, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asrial Arfandi Hasan, para kepala OPD terkait, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman selaku Penasehat Bundo Kanduang, Ketua GOW, Ketua DWP, para camat, hingga perwakilan Fatayat NU Kabupaten Pasaman.
Acara berlangsung menarik san penuh kekeluargaan, ketika di akhir sesi acara pengukuhan diakhiri dengan pemotongan singgang ayam, sebagai ucapan selamat ulang tahun dari Bundokanduang buat Bupati Pasaman Welly Suhery pada usianya yang ke 58 tahun.(*)
Editor :Andry