Muhasabah Menjelang Armuzna, Jamaah Haji di Al-Hidayah Towers Larut dalam Tangis dan Doa Bersama
Kegiatan tausiah ba’da Subuh yang disampaikan oleh Buya H. Satri di Tower 8 Al-Hidayah Towers, Aziziah, Kota Makkah, Rabu (20/5/2026)
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH -- Suasana haru menyelimuti pelaksanaan tausiah ba’da Subuh di Tower 8 Al-Hidayah Towers, Aziziah, Kota Makkah, Rabu (20/5/2026) atau bertepatan dengan 3 Zulhijjah 1447 H. Tausiah yang disampaikan oleh Buya H. Satri tersebut menjadi momen muhasabah yang mendalam bagi jamaah haji menjelang fase puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina).
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah haji yang berasal dari Kota Padang, Bengkulu dan Banjarmasin yang saat ini sama-sama bermukim di Al-Hidayah Towers. Tausiah disampaikan oleh Buya H. Satri selaku Pembimbing Ibadah KBIHU Miftahul Jannah Indarung Padang, Ketua DPD FK-KBIHU Kota Padang sekaligus Karom 9 Kloter 1 Embarkasi Padang.
Dalam tausiyah bertema “Muhasabah Diri Menjelang Fase Armuzna”, Buya Satri mengajak seluruh jamaah untuk kembali meluruskan niat dan menyadari hakikat perjalanan haji yang sedang dijalani.
“Hari ini kita sudah berada di Tanah Suci. Kita tinggalkan keluarga yang kita sayangi, kita tinggalkan rumah, pekerjaan, jabatan, bahkan harta yang selama ini kita kumpulkan sedikit demi sedikit. Semua itu kita tinggalkan demi satu tujuan, yaitu menggapai haji yang mabrur,” ujar Buya Satri dengan penuh keteduhan.
Beliau mengingatkan bahwa sisa waktu menjelang Armuzna hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah, memperkuat niat karena Allah semata, memperbanyak istighfar, zikir dan doa.
“Jangan sampai kita sibuk dengan urusan dunia, sementara kesempatan emas di Tanah Suci ini berlalu begitu saja. Mari kita gunakan hari-hari terakhir ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT,” pesannya.
Selain pembinaan ruhani, Buya Satri juga mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik menghadapi cuaca panas ekstrem menjelang Armuzna. Jamaah diminta menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, cukup istirahat serta selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung atau topi, kacamata hitam dan semprotan air ketika keluar hotel.
Puncak suasana haru terjadi di akhir tausiah ketika Buya Satri membimbing jamaah untuk melakukan muhasabah dan doa bersama. Dalam suasana yang khusyuk, banyak jamaah tampak menundukkan kepala, meneteskan air mata dan larut dalam doa-doa penuh harapan.
Tangis haru pecah ketika doa selesai dipanjatkan. Sejumlah jamaah tampak berebut ingin bersalaman dan berpelukan dengan Buya Satri. Bahkan beberapa di antaranya masih terisak-isak menahan tangis karena begitu tersentuh oleh suasana muhasabah tersebut.
Bagi jamaah, momen itu menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati untuk kembali mendekat kepada Allah SWT, memohon ampunan serta berharap menjadi hamba yang lebih baik sepulang dari Tanah Haram.(*)
Editor :Andry