UNP & INTI University Malaysia Jalin Kemitraan Strategis melalui MoA & Knowledge Transfer Programme
Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan penyelenggaraan General Discussion dalam rangka Knowledge Transfer Programme (KTP) bertema Education and Special Needs Education.
SIGAPNEWS.CO.ID | PADANG — Universitas Negeri Padang melalui Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) memperkuat kerja sama internasional dengan INTI International University melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan penyelenggaraan General Discussion dalam rangka Knowledge Transfer Programme (KTP) bertema Education and Special Needs Education.
Kegiatan yang berlangsung pada Mei 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan inklusif, riset, dan pengembangan kapasitas akademik. Kerja sama ini sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FIP UNP, Afdal, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membentuk lulusan berdaya saing global dan memiliki wawasan internasional.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP, Deski Beri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan implementasi nyata agenda internasionalisasi UNP melalui kemitraan global yang setara, saling menguntungkan, dan berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Departemen Pendidikan Luar Biasa FIP UNP dan INTI International University. Penandatanganan tersebut menjadi tonggak awal penguatan hubungan kedua institusi sebagai mitra strategis jangka panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.
Usai penandatanganan MoA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi General Discussion yang menghadirkan sejumlah akademisi dari INTI International University. Mohd Hanafi Mohd Yasin membawakan materi Inclusive Education (Hearing Impairment) yang membahas strategi pembelajaran bagi peserta didik dengan gangguan pendengaran.
Selanjutnya, Mohd Sofian Omar Fauzees memaparkan materi Thesis Success Beyond Writing, sementara Paramasivam Muthusamy menyampaikan materi Harnessing Culture Narrative for Inclusive Education: Empowering Children with Special Needs Through Values of Ramayana yang menyoroti pendekatan budaya dalam pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Dari pihak UNP, dosen PLB FIP UNP juga turut menjadi narasumber. Marlina memaparkan materi Pseudo Inclusion yang membahas praktik inklusi dalam pendidikan, sedangkan Damri menyampaikan materi Management Inclusion mengenai tata kelola pendidikan inklusif yang sistematis dan berkelanjutan.
Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi dosen dan mahasiswa dari kedua universitas yang saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait pengembangan pendidikan inklusif di tingkat internasional.
Di sela kegiatan, Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa FIP UNP, Elsa Efrina, menegaskan bahwa penandatanganan MoA tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membangun kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, hingga peserta didik berkebutuhan khusus.
Menurutnya, forum KTP ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas secara substantif melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antarnegara. Ke depan, kerja sama tersebut direncanakan akan ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kegiatan akademik bersama.
Melalui kegiatan ini, UNP dan INTI International University menegaskan pentingnya kemitraan global dalam mempercepat pengembangan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Bagi UNP, kolaborasi internasional tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi kampus berdampak yang unggul di tingkat global dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.(*)
Editor :Andry