Jemaah Asal Pasaman Wafat di Makkah, Kakanwil Minta Petugas Rutin Kunjungi Kamar Jemaah
Syamsu Kari Sudin (58), jemaah haji asal Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, yang tergabung dalam kloter 10 embarkasi Padang.
SIGAPNEWS.CO.ID | MAKKAH -- Kabar duka kembali datang dari tanah suci. Syamsu Kari Sudin (58), jemaah haji asal Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, wafat setelah menjalani perawatan di SGH Makkah, Arab Saudi.
Almarhum yang tergabung dalam Kloter PDG 10 embarkasi Padang itu mengembuskan napas terakhir di Saudi German Hospital (SGH) Kamis (21/5/2026) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Ia didiagnosa menderita penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD).
Menurut informasi dari Ketua Kloter PDG 10 Busra Nazir, Syamsu Kari Sudin berangkat haji seorang diri. Sejak tiba di Madinah, 4 Mei 2026 lalu, kondisi kesehatannya memang terus dipantau petugas, karena sering mengeluhkan sesak napas saat berjalan sekitar 100 meter.
“Beliau sudah beberapa kali mengeluhkan sesak napas sejak di Madinah sehingga terus dalam pengawasan dokter dan perawat kloter,” ujar Busra Nazir, Sabtu, (23/5/ 2026).
Meski dalam kondisi kesehatan yang terbatas sebut Nazir, almarhum tetap melanjutkan perjalanan bersama rombongan menuju Makkah pada 13 Mei 2026. Saat melaksanakan umrah wajib, Syamsu Kari Sudin menggunakan kursi roda karena kondisi fisiknya mulai melemah.
"Kondisi kesehatan almarhum mulai menurun pada 19 Mei 2026. Kami bersama dokter langsung merujuk almarhum ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebelum akhirnya dipindahkan ke Saudi German Hospital untuk penanganan lebih lanjut," jelas Ketua Kloter.
Diceritakan Busra, sebelum dirawat di rumah sakit, almarhum sempat mengeluhkan nyeri ulu hati yang menjalar ke dada. Keluhan tersebut dirasakan semakin berat saat beraktivitas, berbicara, maupun mengonsumsi makanan padat.
Setelah menjalani perawatan selama dua hari, Syamsu Kari Sudin dinyatakan wafat pada Kamis sore waktu setempat. Petugas kloter menerima kabar dari pihak syarikah bahwa Syamsu Kari Sudin wafat sekitar pukul 17.30 WAS atau 21.30 WIB
Jenazah kemudian dijemput Ketua Kloter bersama dokter, pembimbing ibadah, dan perawat untuk proses pemulasaran jenazah.
"Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan usai salat Subuh," jelasnya.
Almarhum langsung dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah, Jumat (22/5/2026) dini hari waktu setempat dengan didampingi petugas kloter 10 dan pihak syarikah.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya jemaah asal Pasaman tersebut.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya dengan prediket haji mabrur,” kata Rifki.
Ia juga meminta seluruh jemaah mengurangi aktivitas fisik di luar kebutuhan ibadah wajib menjelang puncak haji di Armuzna. Menurutnya, kondisi fisik jemaah perlu dijaga mengingat cuaca dan padatnya aktivitas ibadah di tanah suci.
Selain itu, Rifki meminta dan menekankan kepada petugas haji lebih intensif memantau kondisi kesehatan jemaah, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi.
“Kalau perlu lakukan visit ke kamar jemaah minimal dua kali dalam sehari, terutama jemaah lansia dan risiko tinggi. Jangan menunggu jemaah sakit dulu, petugas harus aktif menanyakan kondisi jemaah,” tegasnya.
Hingga hari ini tercatat empat jemaah Embarkasi Padang wafat di Tanah Suci. Dua jemaah wafat di Madinah dan dua lainnya di Makkah.
Jemaah wafat diantaranya, Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu dan Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi. Sementara Imam Kanapi (81) asal Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, wafat di Makkah dan dimakamkan di pemakaman Syara'i.(*)
Editor :Andry