Toleransi di Shalat Idul Adha 1447 H Pasaman, Pemuda Kristiani Pengontrol Kamera Dokumentasi Warga
Jamancen Gusti dokumentasikan kegiatan sholat Idul Adha di halaman Kantor Bupati Pasaman.
SIGAPNEWS.CO.ID | PASAMAN -- Pemandangan penuh makna tersaji di halaman Kantor Bupati Pasaman saat ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah.
Di tengah khusyuknya gema takbir dan saf jamaah yang memadati lapangan, ada sosok pemuda Kristiani yang turut ambil bagian menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah tersebut.
Ia adalah Jamancen Gusti, seorang pemuda Kristen Protestan yang sehari-hari bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasaman.
Pagi itu, Jamancen berdiri di balik perangkat kamera dan layar videotron, memastikan dokumentasi dan tayangan visual kegiatan berjalan lancar demi membantu ribuan jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib.
Dengan penuh tanggung jawab, ia mengontrol kamera dokumentasi sekaligus memastikan sistem videotron milik Pemerintah Kabupaten Pasaman berfungsi normal.
Meski berbeda keyakinan, Jamancen menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan rasa saling menghormati dapat tumbuh indah di tengah keberagaman.
Di tengah suasana Idul Adha yang identik dengan pengorbanan dan keikhlasan, kehadiran Jamancen menjadi potret kecil tentang wajah toleransi di Pasaman.
Tidak ada sekat agama dalam semangat melayani dan bekerja untuk masyarakat. Bagi sebagian orang, tugas yang dijalankan Jamancen mungkin terlihat sederhana. Namun di balik layar, ia ikut memastikan momen sakral ribuan warga dapat berlangsung nyaman dan terdokumentasi dengan baik.
Ketulusan itu menghadirkan pesan bahwa kerukunan tidak selalu lahir dari kata-kata besar, melainkan dari tindakan kecil yang dilakukan dengan hati. Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran harmoninya kehidupan masyarakat Pasaman, daerah yang terus merawat kebersamaan dalam keberagaman.
Di saat umat Islam menjalankan ibadah Idul Adha, seorang pemuda Kristiani justru hadir membantu, bekerja dalam diam demi suksesnya pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut. Momen itu pun menyentuh hati banyak warga yang menyaksikan.
Sebab toleransi sejati bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi juga tentang saling menjaga, membantu, dan menghormati di tengah perbedaan.(*)
Editor :Andry