Sampah Menumpuk di By Pass Lubuk Sikaping Dibersihkan, Warga Diminta Gunakan Layanan Jemput Sampah
Sampah yang menumpuk di Jlan By Pass Lubuk Sikaping.
SIGAPNEWS.CO.ID | LUBUK SIKAPING, — Persoalan tumpukan sampah di sejumlah titik Jalan By Pass Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, mulai ditangani. Petugas UPT Persampahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PRKPPLH) Kabupaten Pasaman turun langsung melakukan pembersihan, Sabtu (29/8/2026).
Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kebersihan kawasan sekaligus mencegah tumpukan sampah kembali mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung Kepala UPT Persampahan, Junaidi, A.Md. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pinggir jalan maupun lokasi yang bukan tempat pembuangan sebagai tempat membuang sampah.
Menurut Junaidi, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Perubahan pola dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting agar persoalan tumpukan sampah dapat diatasi secara berkelanjutan.
“Teknisnya sudah kita perbaiki agar sampah tidak kembali menumpuk. Tetapi tentu tidak bisa pemerintah saja yang bekerja. Kami sangat berharap dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Junaidi.
Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya tidak perlu membawa sampah rumah tangga dan membuangnya ke pinggir jalan atau lokasi tertentu. Sampah cukup diletakkan atau digantung di depan rumah untuk selanjutnya diambil oleh petugas melalui layanan pengangkutan yang telah disiapkan.
“Untuk sampah rumah tangga, cukup digantung atau diletakkan di depan rumah. Petugas nantinya akan menjemput. Ini jauh lebih baik sehingga sampah tidak berserakan dan menumpuk di pinggir jalan,” jelasnya.
Warga Apresiasi Pembersihan
Langkah pembersihan tumpukan sampah di kawasan By Pass tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Seorang warga berusia 45 tahun yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku bersyukur melihat lokasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kembali dibersihkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Pasaman serta pemerintah daerah yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap persoalan kebersihan lingkungan.
“Terima kasih, tumpukan sampah ini sudah bersih,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan sampah di lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali menjadi perhatian warga. Ia mengaku telah berusaha mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Namun, masih terdapat warga yang tetap membuang sampah secara diam-diam, terutama pada malam hari.
“Awak larang taruih pak, kadang malam tibo e pak. Ndak tampak leh pak,” tuturnya.
Ia berharap pembersihan yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan hari itu saja. Setelah kawasan dibersihkan, masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran untuk mempertahankan kebersihan dan tidak kembali menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.
Pengelolaan Sampah Didorong hingga Nagari
Junaidi mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong perbaikan sistem pelayanan persampahan, termasuk memperluas pola pengangkutan sampah langsung dari rumah masyarakat.
Ke depan, pola tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan pada kawasan tertentu, tetapi dapat dikembangkan hingga ke seluruh nagari di Kabupaten Pasaman.
Namun, perluasan pelayanan tersebut membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah kabupaten, pemerintah nagari dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan sampah tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi sistem yang berjalan secara konsisten.
“Ini akan kita upayakan agar bisa diterapkan di seluruh nagari. Tentunya harus ada kolaborasi dengan pemerintahan nagari. Persoalan sampah ini harus kita tangani bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah nagari sampai pemerintah daerah,” kata Junaidi.
Ia menegaskan, kegiatan membersihkan sampah hanya menyelesaikan persoalan pada saat itu. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, tumpukan sampah sangat mungkin kembali muncul di lokasi yang sama.
“Kita bersihkan hari ini, jangan sampai besok kembali menumpuk. Karena itu mari kita jaga bersama. Sampah rumah tangga jangan dibuang sembarangan dan manfaatkan layanan pengangkutan yang sudah disiapkan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman, melalui UPT Persampahan Dinas PRKPPLH, berkomitmen melakukan pembenahan pengelolaan persampahan secara bertahap. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya pada pengangkutan dan pembersihan, tetapi juga membangun kesadaran serta partisipasi masyarakat.
Kebersihan, pada akhirnya, bukan hanya tanggung jawab petugas persampahan. Lingkungan yang bersih membutuhkan kepedulian bersama, karena keberhasilan pemerintah menjaga kebersihan akan sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah secara benar.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari dan masyarakat, persoalan sampah diharapkan dapat ditangani secara lebih terencana dan berkelanjutan, sehingga Kabupaten Pasaman semakin bersih, sehat, nyaman dan layak bagi seluruh masyarakat.(*)
Editor :Andry