Ketua PKS H. Devid Y Muhammad: Sentra IKM Songket Silungkang Harus Jadi Motor Ekonomi
Ketua PKS Jakarta H. Devid Y Muhammad, Walikota Sawahlunto Riyanda Putra, Ketua DPRD Sawahlunto Susi Haryati.
SIGAPMEWS.CO.ID | SILUNGKANG — Ketua Persatuan Keluarga Silungkang (PKS), H. Devid Y Muhammad, menyampaikan apresiasi atas diresmikannya Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kerajinan Tenun Songket Silungkang pada Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut merupakan momentum penting dalam upaya memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis industri kreatif lokal.
H. Devid Y Muhammad mengatakan, tenun songket Silungkang selama ini telah menjadi identitas budaya masyarakat yang memilikinya nilai historis, seni, dan ekonomi yang tinggi. Karena itu, hadirnya Sentra IKM Kerajinan Tenun Songket dinilai menjadi langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan tradisi menenun sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.
Ia berharap gedung sentra tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat pembinaan, produksi, promosi, hingga pemasaran produk tenun songket Silungkang agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
“Kita menyambut baik dan mengapresiasi berdirinya Sentra IKM Kerajinan Tenun Songket ini. Harapan kita, keberadaan sentra ini mampu menjadi pendorong utama peningkatan ekonomi masyarakat. Para pengrajin mendapatkan ruang yang lebih baik untuk berproduksi, berinovasi, serta menghasilkan songket berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar H. Devid Y Muhammad menjawab pertanyaan wartawan melalui sambungan seluler Minggu (31/5/2026)
Menurutnya, peningkatan kualitas produk menjadi salah satu kunci penting agar tenun songket Silungkang tetap diminati di tengah perkembangan industri kreatif dan persaingan pasar yang semakin ketat. Untuk itu, keberadaan Sentra IKM diharapkan mampu menghadirkan dukungan berupa pelatihan, pengembangan desain, pemanfaatan teknologi pemasaran, hingga penguatan sumber daya manusia para pelaku usaha tenun.
“Songket Silungkang memiliki ciri khas dan kualitas yang telah dikenal luas sejak lama. Tantangan ke depan adalah bagaimana kualitas itu terus dijaga bahkan ditingkatkan, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi kekuatan utama dari tenun Silungkang,” katanya.
Lebih lanjut, Devid menilai Sentra IKM Kerajinan Tenun Songket tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi kreatif, namun juga memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan edukasi di Kota Sawahlunto, khususnya di Kecamatan Silungkang.
Menurutnya, wisatawan yang datang nantinya tidak hanya dapat melihat maupun membeli hasil kerajinan tenun, tetapi juga mempelajari sejarah panjang, filosofi motif, proses pembuatan, hingga perkembangan songket Silungkang dari masa ke masa.
“Sentra ini harus bisa berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata budaya. Masyarakat maupun wisatawan dapat mengetahui bagaimana perjalanan sejarah songket Silungkang, bagaimana proses pembuatannya, serta nilai budaya yang terkandung di dalam setiap helai kain songket,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan wisata berbasis tenun songket akan memberikan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi pengrajin, tetapi juga bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa, hingga masyarakat sekitar.
Sebagai organisasi yang menghimpun masyarakat dan perantau Silungkang, Persatuan Keluarga Silungkang (PKS), lanjut Devid, siap mendukung berbagai upaya pelestarian dan pengembangan industri songket agar tetap menjadi kebanggaan daerah sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar modern.
“Songket Silungkang adalah warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya tentang kain tenun, tetapi tentang identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Silungkang. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, pengrajin, perantau, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar keberadaan Sentra IKM ini benar-benar memberi manfaat besar bagi kemajuan Silungkang dan Kota Sawahlunto,” tutupnya.(*)
Editor :Andry